Pemkot Denpasar dan OJK Rancang Program Nabung Sampah Jadi Emas
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota Denpasar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra akan merencanakan program nabung sampah menjadi tabungan uang atau emas. Program ini sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah di Kota Denpasar.
Program nabung sampah menjadi tabungan uang dan emas ini terungkap dalam pertemuan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali Nusra, Giri Tribroto bertempat di Kantor Walikota Denpasar, Senin (13/02/2023).
Seperti diketahui berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021 Kota Denpasar menjadi daerah dengan timbunan sampah terbanyak di Provinsi Bali yakni 349,5 ribu ton dari total 915,5 ribu ton sampah timbunan Provinsi Bali pada tahun 2021.
Di urutan selanjutnya ada Kabupaten Gianyar dengan 141,4 ribu ton sampah, Kabupaten Buleleng 123,7 ribu ton, Kabupaten Badung 116,7 ribu ton, dan Kabupaten Tabanan 84,2 ribu ton.
Berdasarkan sumbernya, sampah paling banyak berasal dari aktivitas rumah tangga dengan porsi mencapai 40,58% dari total sampah di provinsi tersebut. Diikuti sampah dari aktivitas perniagaan 18,22% dan dari pasar 17%.
Pada kesempatan tersebut, IGN Jaya Negara menyampaikan untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Denpasar salah satu cara yang dilakukan melalui pengolahan sampah berbasis sumber. Menurutnya untuk mewujudkan hal tersebut kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah harus diberikan motivasi. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bahwa sampah memiliki value atau nilai ekonomi dengan menukarkannya ke bank sampah,” ujar Jaya Negara.
Lebih lanjut disampaikan dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat, Pemkot Denpasar akan menggandeng OJK untuk kegiatan nabung sampah atau nabung emas melalui pegadaian. Hasil sampah yang ditukarkan dapat menjadi tabungan atau emas. Program ini akan membantu pengolahan sampah di TPS3R dan 3 TPST yang dimiliki kota Denpasar.
Sementara itu, Giri Tribroto menyampaikan permasalahan sampah memang harus diatasi dari hulu untuk mengurangi beban pengolahan di hilir atau TPA.
“Dengan adanya program nabung sampah atau nabung emas kesadaran masyarakat akan nilai dari sampah akan meningkat, sehingga volume sampah di TPA akan menurun,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, kerjasama ini akan memberikan dampak baik kepada masyarakat terutama dalam pelestarian lingkungan dan inklusi keuangan.

Tinggalkan Balasan