DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Indonesia saat ini masih menghadapi tiga tantangan masalah kesehatan yaitu HIV AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Untuk perlu dilakukan terobosan serta membangun komitmen dan membentuk kesepakatan bersama dalam penanggulangan ATM menuju eliminasi di tahun 2030.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa pada forum kemitraan kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), di Gedung Sewaka Dharma, Rabu (8/2/2023). 

“Selain TBC, masalah HIV AIDS juga masih menjadi masalah dan tantangan di Kota Denpasar. Dari laporan program HIV AIDS  tercatat temuan kasus HIV kumulatif sampai dengan Desember Tahun 2022, yakni sejumlah 14.712 kasus,” ungkapnya.

Baca juga :  Jaya Negara Hadiri Pengarahan Presiden Jokowi di IKN

Walaupun angka insiden dan kematian karena AIDS mengalami kecenderungan penurunan dalam 10 tahun terakhir namun, katanya, dari segi penularan masih terjadi temuan kasus. Sehingga, perlu lebih berfokus untuk mengambil upaya-upaya untuk permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap kasus-kasus impor dari luar daerah yang dibawa oleh masyarakat masuk ke wilayah Kota Denpasar harus menjadi perhatian semua pihak. 

“Dalam rangka penemuan dan pengobatan pasien HIV/ AIDS dan Tuberkulosis secara cepat, tepat dan berkelanjutan kita harus fokus dan melakukan terobosan-terobosan serta membangun komitmen dan membentuk kesepakatan bersama dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) menuju eliminasi di tahun 2030,” pinta Arya Wibawa. 

Baca juga :  Jaya Negara Tinjau Kondisi Perumahan Buana Permai Pasca Banjir

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Candrawati tak menampik bahwa saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi pada inovasi dan terobosan dalam upaya mengeliminasi kasus HIV AIDS, TBC dan juga Malaria. Ia mengatakan pada tiga kasus penyakit ini, Kota Denpasar menyiapkan beberapa strategi penanggulangan. 

Pada HIV AIDS misalnya, pihaknya menyiapkan tiga langkah yakni pencegahan surveilans dan juga penanganan kasus. Kemudian untuk eliminasi TBC, strategi yang ambil adalah percepatan penemuan kasus TBC dengan cara menguatkan peran faskes. Sedangkan untuk malaria strategi yang digunakan adalah  dengan melakukan PE pada setiap kasus malaria dan mengobatinya langsung.

Baca juga :  Festival Beraban 2024 Resmi Dibuka, Usung Tema 'Saguna Prawerthi'

Sementara Ketua Adinkes PW Bali, dr. I Nyoman Gunarta mengharapkan peran serta Desa/Kelurahan di Kota Denpasar untuk penanganan kasus HIV AIDS, TBC dan malaria ini. “Peran serta seluruh komponen di Kota Denpasar tidak terkecuali pihak desa/kelurahan sangatlah penting dalam upaya penanggulangan kasus ATM ini. Kami dari Adinkes akan terus memberikan dukungan guna mewujudkan eliminasi 2030,” katanya.