DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Aksi pencurian menyasar Yayasan Taman Mahatma Gandhi di Jalan Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar Utara yang mengambil sejumlah barang seperti tiga buah DVR, dua buah laptop dan uang tunai yang mengakibatkan kerugian kurang lebih Rp 45 juta ternyata dilakukan oleh karyawan sendiri. 

Kapolsek Denpasar Utara Iptu Putu Carlos Dolesgit menerangkan kasus pencurian pertama kali diketahui oleh satpam setempat. Dimana saksi awalnya melihat kaca jendela ruang kepala sekolah pecah dan kaca nako jendela ruang tata usaha juga terlepas, Senin (23/1/2023).

“Oleh pengurus yayasan, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Utara,” terang Iptu Carlos, Kamis (2/2/2023).

Baca juga :  Aksi Nekat Dua Maling Motor Kandas Diringkus Polisi

Selain meminta keterangan saksi seperti karyawan yayasan, polisi yang melakukan penyelidikan juga mengecek CCTV di seputaran TKP. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, terlihat seorang laki-laki berjalan kaki di lorong yayasan. 

Usut punya usut, pria tersebut merupakan karyawan di TKP bernama Jefrianto Kana Tuka (22). Empat hari berselang ia diamankan petugas saat berada di tempat kosnya Jalan Cokroaminoto, Gang Mutiara, Banjar Merta Gangga, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Jumat (27/1/2023).

Saat diinterogasi, pelaku yang telah bekerja di TKP sebagai karyawan bagian perawatan listrik selama kurang lebih 5 tahun ini sempat berbelit-belit. Namun ia tak berkutik setelah petugas menunjukkan bukti bahwa ia pelakunya.

Baca juga :  Polisi Tangkap Dua Pelajar Gegara ‘Gasak’ Motor Karyawan Toko

“Dia akhirnya buka mulut mengakui perbuatannya. Aksi pencurian dilakukan ketika sekolah sepi karena murid sedang libur dalam rangka perayaan Imlek,” terang Iptu Putu Carlos Dolesgit.

“Ia masuk dengan cara memanjat tembok pagar belakang yayasan dekat pura, kemudian masuk ke ruang tata usaha SMP Taman Rama dengan menggunakan kunci yang disimpan di lemari di luar ruangan guru,” ungkap Iptu Putu Carlos Dolesgit.

Lebih lanjut Iptu Putu Carlos menjelaskan usai mengambil sejumlah barang, pelaku melepas kaca nako jendela ruangan dan kembali menaruh anak kuncinya di tempat semula. Aksi yang sama ia lakukan di ruangan lain.

Baca juga :  Kebaikan Dibalas Penghianatan, Pemuda Asal Riau Bobol Brankas di Denpasar

Setelah itu, pelaku mengambil batu paping untuk memecahkan kaca jendela ruangan sekolah untuk menghilangkan jejak, sehingga seolah pelaku pencurian merupakan orang dari luar.

Kepada polisi, ia mengaku salah satu laptop yang diambil telah dijual seharga Rp1,5 juta kepada seseorang di seputaran Jalan Diponegoro, Denpasar Barat.

“Empat DVR yang diambil, oleh pelaku dibuang ke sungai di daerah Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Dari pengakuan pelaku, uang hasil penjualan laptop digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Iptu Putu Carlos.