DIKSIMERDEKA.COM, AMBON, MALUKU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah merampungkan berkas dakwaan Mantan Wali Kota Cimahi, Anjay M untuk kasus dugaan suap oknum penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Bahkan, surat dakwaan Ajay juga telah diserahkan tim jaksa ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung.

“Jaksa KPK Asril telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan dengan terdakwa Ajay Muhammad Priatna ke Pengadilan Tipikor pada PN Bandung,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Minggu (27/11/2022).

Baca juga :  Ali Fikri: KPK Tetap Akan Lakukan OTT

Sejalan dengan pelimpahan surat dakwaan tersebut, status penahanan Ajay Priatna saat ini telah beralih menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor. Untuk sementara waktu, kata Ali, tempat penahanan Ajay masih tetap berada di Rutan KPK pada Kavling C1 gedung ACLC.

“Persidangan awal dengan agenda pembacaan surat dakwaan masih menunggu terbitnya penetapan hari sidang sekaligus penetapan penunjukan Majelis Hakim dari Panmud Tipikor,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, KPK kembali menetapkan Ajay M Priatna sebagai tersangka. Kali ini, Ajay ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Cimahi.

Baca juga :  KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah

Ajay diduga menyuap Stepanus Robin karena takut terseret kasus di KPK. Di mana, saat itu KPK sedang menyidik perkara korupsi terkait pengadaan sembako untuk Bantuan Sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di Bandung Barat. Ajay khawatir kasus tersebut merembet ke Kota Cimahi yang notabenenya tak jauh dari Kabupaten Bandung Barat.

Ajay diduga menyuap Stepanus Robin Pattuju sekira Rp500 juta melalui Advokat, Maskur Husain. Uang yang diberikan Ajay ke Stepanus Robin dan Maskur Husain diduga berasal dari penerimaan gratifikasi yang diberikan oleh beberapa ASN di Pemkot Cimahi.

Baca juga :  KPK Dalami Pengetahuan Istri dan Anak Lukas Enembe Terkait Aliran Uang Suap

Ajay ditetapkan kembali sebagai tersangka setelah ditangkap pasca bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, atas perkara suap sebelumnya.

Ajay sebelumnya juga pernah ditangkap KPK pada akhir 2020. Ia kemudian divonis bersalah terkait perkara suap perizinan pembangunan Rumah Sakit (RS) Kasih Bunda, Cimahi, tahun anggaran 2018-2020. Dalam perkara tersebut, Ajay divonis dua tahun penjara.