Menurut IB Suardana, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali sangat besar mencapai 68 persen sehingga ketika terjadi goncangan pada sektor pariwisata akan mempengaruhi sektor ekonomi Bali.

Lebih lanjut, IB Suardana menjelaskan, sebetulnya resesi global sudah dirasakan di sektor pariwisata yang ditandai dengan kenaikan harga tiket pesawat yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Akan tetapi Bali masih diselamatkan karena adanya serentetan pertemuan menjelang KTT G20. 

Baca juga :  Ditandai Pemukulan Kulkul, Program 'We Love Bali' Diluncurkan

Dalam rangka merespon resesi, menurutnya pemerintah harus mampu mengelola anggaran dengan baik. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting itu diminimalisir. Hal ini lantaran resesi akan memicu kenaikan harga-harga barang. 

“APBN harus digerakkan dan rembesan ekonominya harus dirasakan oleh masyarakat banyak. Pajaknya jangan hanya ditahan-tahan oleh mereka selaku kuasa pengguna anggaran,” terangnya. (gus)