Lebih lanjut, Agung Partha Adnyana, mengatakan tengah berupaya mengadakan hubungan dengan airlines untuk menambah jumlah penerbangan. Ia pun berharap penerbangan di Bali dapat bertambah  dari 24 menjadi 35 penerbangan per hari.  

Baca juga :  Pandemi Covid-19, Gubernur Koster Ajak Pelaku Pariwisata Tetap Optimis

“Kita tetap mengadakan hubungan dengan airlines, itu satu satunya cara agar mereka melakukan penambahan penerbangan. Misalkan baru 24 airlines kan, harapan kita 35 itu cepat terjadi,” terangnya 

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, Prof IB Suardana, mengatakan resesi global harus diwaspadai terutama bagi Bali yang menggantungkan sumber ekonomi kepada sektor pariwisata. 

Baca juga :  Tak Goyah Meski Diterpa Isu Sampah dan Macet, Bali Dinobatkan Destinasi Terbaik Dunia 2026

“Resesi akan memicu harga barang naik, harga pesawat naik, yang kemudian berdampak pada melambatnya dan bahkan berhentinya mobilitas orang. Pariwisata sangat berkaitan dengan mobilitas orang sehingga ketika terjadi perlambatan mobilitas orang maka akan mempengaruhi pariwisata,” ungkap IB Suardana.