DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Setelah sebelumnya mengalami penurunan harga akibat operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah kota Denpasar. Kini harga cabai merah kecil di sejumlah pasar di Denpasar mulai kembali meninggi di tingkat pedagang. Ketersedian pasokan cabai yang sedikit dan tersendatnya distribusi menjadi faktor utama. 

Ketua Unit Pasar Kreneng Denpasar, Anak Agung Gede Arpika, mengatakan, harga cabai merah sudah meninggi sejak 3 hari lalu. Terhitung Kamis (1/09), harga cabai menembus Rp.45.000/kg. 

“Harga cabai di pasar Kreneng mengalami kenaikan dari sebelumnya 35 ribu menjadi 45 ribu per kilogram. Berdasarkan penuturan pedagang hal ini karena tersendatnya pasokan dari Jawa,” terang Anak Agung Gede Arpika, Kamis (1/09).

Baca juga :  Libatkan Generasi Milenial, Denpasar Creative Award 2023 Ajak Mahasiswa Berpartisipasi

Hal senada juga disampaikan salah seorang pedagang cabai di pasar Badung, Denpasar, Nyoman Wandri, mengatakan, kenaikan harga cabai merah kecil terjadi secara bertahap. Setiap harinya naik di angka Rp.3000-5000/hari. 

“Kalau sekarang harga cabai merah itu 45 ribu per Kilo. Harga 45 itu dari 3 hari yang lalu,” ungkap Wandri saat ditemui di kios miliknya di pasar Badung, Denpasar. 

Wandri mengatakan, kenaikan harga cabai merah kecil diakibatkan oleh keterbatasan pasokan cabai ke pasar sehingga membuat harganya menjadi melambung tinggi. Ia juga mengatakan, melalui kenaikan harga cabai ini berhasil mempengaruhi penjualan dalam sehari. 

Menanggapi naiknya harga cabai merah kecil, Direktur Utama Perusahaan Umum (Perumda) Pasar Swakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata,  tengah menganalisis kenaikan harga cabai merah kecil di pasar.

Baca juga :  Harga Telur di Denpasar Naik, Perumda Pasar Sewakadarma Siapkan Skema Penurunan

“Harga cabai sangat fluktuatif dan sangat sulit diprediksi. Untuk itu kita masih melihat apa yang menyebabkan kenaikan harga cabai. Apakah ada yang bermain, misalnya stoknya banyak di pengepul dan tidak diedarkan ke pasar,” terang Kompyang Wiranata.

Kompyang Wiranata melanjutkan, sebelumnya harga cabai merah kecil sempat turun disebabkan oleh operasi pasar yang dilakukan selama satu minggu di pasar Badung, Kreneng, Pasar Ayar Sari dan pasar Sanglah.

“Indikasi dari kami sejauh ini kembali naiknya cabai merah kecil karena adanya pembatasan atau penahan stok cabai ke pasar sehingga harganya naik,” terang Kompyang Wiranata

Baca juga :  Sambut HUT Kota Denpasar, Kecamatan Dentim Gelar Sosialisasi UHC

Dalam rangka mengendalikan harga di pasar, Perumda Pasar Sewakadarma, akan mengadakan operasi pasar tetapi dengan pola yang berbeda.   

Pola berbeda yang dimaksud adalah dengan menjadikan Sewakajaya, salah satu unit Perumda Pasar Sewakadarma, bertugas sebagai distributor atau penghubung antara pengepul atau peternak kepada pedagang pasar

“Barang-barang dari Sewakajaya ini nanti didistribusikan kepada pedagang pasar. Harapnya nanti kita bisa bersaing dengan distributor. Namun dengan catatan Sewakajaya tidak mengambil untung terlalu banyak,” terang Kompyang Wiranata.

Menurut Kompyang Wiranata, melalui skema ini harga-harga komoditas seperti cabai merah kecil, bawang, dan telur akan dapat dikendalikan di pasar. (Gus)