Balon Ketum KONI, Dewa Susila Siap Majukan Olahraga Bali dengan Konsep “Sport Tourism”
I Dewa Putu Susila. (Diksimerdeka.com)
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Olahraga dan pariwisata dinilai memiliki potensi yang besar jika dikombinasikan. Seperti pepatah “sambil menyelam minum air”, mengkombinasikan olahraga dan pariwisata dikatakan dapat mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di satu sisi, di sisi lain dapat mendongkrak pendapatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Khususnya Bali, dikatakan sangat berpotensi dapat memaksimalkan peluang tersebut. Selain sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali juga sudah sering menjadi pilihan untuk tempat perhelatan berbagai even, baik kenegaraan maupun organisasi-organisasi internasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh I Dewa Putu Susila, Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Sport Tourism KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Bali. Dewa Susila mengaku sangat optimis, jika pengelolaan olahraga dan pariwisata dikombinasikan, akan memberikan impact luar biasa baik bagi kemajuan olahraga maupun kesejahteraan masyarakat Bali.
“Bali sangat mengandalkan income dari pariwisata. Bicara pariwisata pasti destinasi pariwisata. Jadi bagaimana olahraga ini dapat menjadi sport tourism. Berkaca di negara luar, olahraga dapat menjadi industri sport tourism. Bagaimana perhelatan olahraga dapat menunjang daya tarik pariwisata,” ujarnya, di Denpasar, Selasa (8/02/2022).
Dewa Susila sendiri terlihat memiliki tekad dan semangat untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Berbekal pengalaman sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Sport Tourism KONI Bali dan ditopang jiwa enterpreneur yang dimilikinya Dewa Susila mengaku yakin akan dapat mewujudkannya.
Semangat dan tekadnya itupun ditunjukan dengan keputusannya untuk maju sebagai bakal calon (Balon) Ketua Umum KONI Bali, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Bali yang akan digelar pada tanggal 19 Maret 2022 mendatang.
“Melihat perkembangan yang ada saat ini, serta adanya dorongan dan dukungan dari para pecinta olahraga Bali, yang juga atas seizin para senior-senior dan sesepuh kami di KONI maka dengan kerendahan hati, saya memberanikan diri untuk menjadi calon ketua umum KONI Bali periode 2022-2026,” ucap Dewa Susila.
Dewa Susila pun mengungkapkan kepemimpinan dua periode I Ketut Suwandi sebagai Ketua KONI Bali sudah sangat sukses. Pembinaan prestasi atlet menurutnya berjalan sangat baik, terbukti dari perolehan medali yang berhasil diraih atlet-atlet Bali, sehingga Bali berada di peringkat 5 besar nasional.
Untuk itu, jika terpilih nanti dirinya memastikan akan tetap mempertahankan capaian tersebut. Bahkan lebih meningkatkan lagi dengan mengusung konsep “Sport Tourism” untuk memajukan olahraga Bali.
“Pembinaan atlet sangat bagus, itu akan kita tingkatkan. Dari saya sendiri, akan berkomitmen mengembangkan olahraga sebagai “sport tourism“. Menggalang event skala internasional yang dapat menunjang pariwisata bali. Dan, bahwa agar olahraga ini dapat semakin berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Bali,” ungkapnya.
Adapun konsep “Sport Tourism” yang digadang-gadangnya itu akan direalisasikan dengan menggalakan dan mendorong pelaksanaan event-event olahraga internasional diselenggarakan di Bali. Ketika perhelatan olahraga internasional diselenggarakan di Bali, sebagai tuan rumah Bali tentu akan mendapat privilege (hak istimewa).
Misalnya, dapat mengajukan jumlah atlet untuk ikut bertanding, yang mana itu akan sangat menguntungkan bagi pembinaan dan peningkatan prestasi atlet-atlet Bali. Pengalaman bertanding dengan atlet internasional tentu akan meningkatkan jam terbang, mental dan kepercayaan diri atlet-atlet Bali.
Kemudian, mensinergikan perhelatan itu dengan stakeholder pariwisata dan mengemasnya agar menarik wisatawan datang ke Bali untuk menyaksikan perhelatan olahraga tersebut. Tentu itu menurutnya akan menguatkan citra pariwisata Bali, terlebih sebagai upaya pemulihan pasca dampak Pandemi Covid-19.
“Seorang pemimpin KONI kedepan harus dapat mengkombinasikan, antara membina atlet dengan mengemasnya menjadi industri pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan. Kita harus dapat membuat bagaimana pihak swasta juga dapat melirik ini karena menarik. Ini juga bagian upaya mendukung pembangunan Bali dengan pola semesta berencana sesuai visi “Nagun Sad Kerthi Loka Bali”,” tandasnya. (dm)

Tinggalkan Balasan