Pertemuan Dekanat FKH UNUD dengan Wahana Klinik,  pada hari Jumat (11/02). (Foto: istimewa)

DISKIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menjalin kerjasama dengan Wahana Klinik yang melibatkan Dekan, Para Wakil Dekan, Para Koordinator Program Studi, dengan Wahana Klinik bertempat di Ruang Pertemuan Cofee Secret’s, Denpasar, pada hari Jumat (11/02). 

Acara dimulai dengan arahan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana. “Tujuan diadakannya pertemuan ini yaitu proses pembelajaran sekarang sesuai dengan petunjuk Bapak Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset Dan Teknologi  mengikuti pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU),” ungkap Dekan FKH Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si dalam arahannya.   

Lebih lanjut Prof.Suartha mengatakan bahwa kurikulum sekarang   memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama 3 semester, dimulai dari semester 5, 6 dan 7 untuk Program Sarjana sedangkan pada Program Profesi yaitu pada Blok Kerumah Sakitan, Blok Bedah,  Blok Penyakit Dalam dan Blok Praktek Kerja Lapangan (PKL). 

Baca juga :  Rektor Unud Beri Apresiasi Kepada Mahasiswa FKH yang Berprestasi

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Bapak Dr. drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si. Dr. Sudisma menyampaikan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Yaitu Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian yang senantiasa mesti diimplementasikan dalam setiap pembuatan Perjanjian Kerjasama. 

Ditambahkan juga dalam Bidang Akademik akan dimaksimalkan peran Wahana Klinik dalam membantu proses pembelajaran yang menggunakan  pendekatan Case Base Learning (BCL) dan Projek Base Learning (PjBL) kedepannya. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Informasi dan Kerjasama Bapak Dr. drh. I Wayan Sudira, MSi, mengharapkan jalinan kerjasama ini perlu didokumentasikan sehingga tercatat, terukur dan mempunyai asas legal yang akan memudahkan saat dilakukan akreditasi. 

Koprodi Sarjana Kedokteran Hewan Bapak Dr. drh. I Nengah Wandia, MSi,  mengharapkan pembelajaran yang diberikan harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang ditargetkan sehingga mutu mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini standarnya tidak turun, malah diharapkan supaya standarnya lebih tinggi. 

Baca juga :  ITB STIKOM Bali Terima Mahasiswa Inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

“Kompetensi yang dicapai oleh mahasiswa diharapkan minimal sama dengan yang didapatkan pada pembelajaran di dalam kampus dan juga beliau mengatakan dengan adanya kerjasama ini dapat mengatasi kepadatan mahasiswa yang mungkin dalam satu periode koasistensi jadwalnya berbarengan dengan beberapa Blok PPDH,” ungkap Bapak Koprodi Program Profesi Kedokteran Hewan (PPDH) Bapak Prof. Dr.drh. I Made Dwinata, MKes. 

Selaras dengan pengembangan proses pembelajaran tersebut  beberapa perwakilan dari Wahana Klinik  menyampaikan masukan dan harapannya untuk tercapainya kesepakatan dalam pembuatan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini. Beberapa Wahana Klinik yang ikut diundang dalam pertemuan tersebut adalah : Pimpinan Sunset Veteriner Denpasar, Kedonganan Veterinary Badung, Bali Veterinary Clinic, Dr.Listriani & Associate (Veterinary Clinic), Central Veteriner, Klinik Drh Anom, Puji Vet Care, Sayang Satwa Klinik Hewan, Inu Neco Vet Care). 

Baca juga :  Antisipasi PMK, FKH Unud Gelar Bimtek Biosekuriti Bagi Peternak Sapi di Desa Petak Gianyar

Pada kesempatan itu juga disampaikan kompetensi yang dimiliki oleh masing masing wahana Klinik, dan kapasitas jumlah mahasiswa yang bisa diterima. Pada kesempatan ini Team Kerjasama Unud yang diketuai oleh Bapak Drh. I Made Merdana, MP telah menyusun draf PKS yang sudah disesuaikan dengan peraturan PKS yang distandarkan oleh  Universitas Udayana

Ada beberapa kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut  yaitu: 1) Sepakat dengan draf PKS yang sudah dibuat oleh Team Kerjasama FKH Unud; 2) Ada perbaikan pada pasal 3, dari PKS, sebelum magang mahasiswa diberikan pembekalan supaya kegiatannya lebih terarah; 3) Kapasitas mahasiswa yang magang disesuaikan dengan kemampuan Wahana Klinik masing masing berkisar antara 4-10  orang setiap periode; dan 4) Perlu dibuatkan standar penilaian yang terukur sesuai dengan matriks penilaian yang seragam. (*/sin)