DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI merilis aplikasi layanan kitab suci digital, Wedangga yang diluncurkan langsung oleh Menteri Agama RI, dan Ketua Komisi VIII DPR RI, pada Sabtu (6/11).

“Kita sangat mengapresiasi terobosan Ditjen Bimas Hindu yang telah mampu membuat empat aplikasi layanan digital Hindu, dan ini adalah teknologi pertama di lingkungan Kementerian Agama,” ungkap Sekretaris Jenderal Menteri Agama Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag dalam sambutan mewakili Menteri Agama, di Auditorium HM. Rasyidi Jakarta Pusat.

Baca juga :  Ditjen Bimas Hindu Bahas Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Destinasi Religi Umat Hindu dan Buddha

Senada dengan Ketua Komisi VIII DPR RI yang diwakili Komang Koheri mengapresiasi Ditjen Bimas Hindu yang turut melibatkan anak-anak muda dalam pembuatan empat aplikasi layanan digital Bimas Hindu.

“Kami mengapresiasi Ditjen Bimas Hindu telah melibatkan programmer-programmer dari kalangan anak muda Hindu, karena bagaimanapun anak muda akan menjadi penerus estafet kepemimpinan,” ungkapnya.

Baca juga :  24 Guru Agama Dapat Penghargaan dari Ditjen Bimas Hindu

Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto menuturkan bahwa aplikasi Wedangga akan memberikan kemudahan umat Hindu dalam mengakses kitab suci secara digital.

“Nantinya, Wedangga tidak hanya menampilkan teks asli dan terjemahan saja, namun user juga bisa mendengarkan langsung audio teks asli dan terjemahannya yang sudah melalui uji publik,” tuturnya dalam sambutan.

Baca juga :  Serap Anggaran 97,90%, Berikut Capaian Kinerja Ditjen Bimas Hindu Tahun 2022

Tidak hanya satu jenis kitab, Wedangga akan menampilkan berbagai teks dan audio bagian-bagian dari kitab suci Weda.

“Ada Bhagawadgita, Sarassamuscaya, Lontar–Lontar, dan akan terus bertambah,” sambungnya.

Tri Handoko Seto menuturkan bahwa kehadiran Wedangga adalah bentuk komitmen Ditjen Bimas Hindu dalam upaya meningkatkan literasi agama.

“Pembuatan aplikasi ini adalah bentuk keseriusan Ditjen Bimas Hindu dalam upaya menguatkan literasi agama,” tutupnya. (*/sin)