DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggelar bimbingan teknis (bimtek) dengan tema Pengolahan Obat Tradisional Herbal di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang berlangsung dari tanggal 28 Oktober s/d 1 November 2021. Bimtek tersebut diselenggarakan karena mengingat bahan baku yang melimpah di Bali khususnya di Kabupaten Bangli, Desa Catur.

“Hal ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi yang menjadi unggulan Kabupaten Bangli salah satunya yaitu pengolahan obat tradisional herbal,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Bali I Wayan Jarta dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Provinsi Bali Ida Ayu Putu Kalpikawati dalam pembukaan Bimtek Pengolahan Obat Tradisional Herbal, pada Kamis (28/10).

Pembukaan Bimtek Pengolahan Obat Tradisional Herbal di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Kamis (28/10). (Foto: istimewa)

Pada sambutan tersebut, Kadis Perindang Bali menjelaskan pelaksanaan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat khususnya para IKM di masa pandemi, dengan harapan agar para IKM dapat memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah sebagai peluang usaha yang di kemudian hari dapat menjadi peluang bisnis dalam persaingan global saat ini.

Baca juga :  Tingkatkan Daya Saing, Disperindag Bali Gelar Bimtek Pengolahan Buah Kelapa di Gerokgak

Lebih lanjut, Ia juga menyatakan pemenuhan standar produk harus didukung sumber daya manusia (SDM) yang ada dan bekal pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mengembangkan pengolahan bahan herbal dengan bahan baku yang ada di lingkungan sekitar rumah.

Baca juga :  Tingkatkan Potensi Garam Lokal, Disperindag Bali Gelar Bimtek Pengolahan Garam Konsumsi di Jembrana

“Sehingga tumbuh wirausaha baru dalam pengolahan obat herbal sebagai alternatif pengobatan secara tradisional. Sebagai acuan Bagi IKM untuk terus produktif, kreatif dan inovatif di tengah masa pandemi, tentunya dengan tetap melaksanakan protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Besar Harapan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, bahwa dengan penyelenggaraan bimtek ini dapat membangkitkan jiwa wirausaha muda kreatif terutama di wilayah Bali, untuk dapat bersama-sama mengembalikan dan menumbuhkembangkan kembali perekonomian Bali. “Selain itu dapat menjadi wadah bagi para wirausaha untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang ada,” tambahnya.

Bimtek tersebut juga turut dihadiri oleh Perbekel Desa Catur, Camat Kintamani dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli. Dalam pelaksanaan bimtek juga turut mengundang beberapa narasumber dan praktisi yang kompeten untuk memberikan Bimbingan Teknis Kepada 30 orang peserta dari IKM Kabupaten Bangli.

Baca juga :  Melalui Bimtek Penyusunan Perarem, LPLPD Terus Dorong Penguatan Pengaturan LPD

Beberapa materi yang disampaikan antara lain Kebijakan Pengembangan Industri Kabupaten Bangli, Pengurusan Ijin Usaha Mikro Kecil dan Menengah Menjadi Wirausaha Baru, teknik dan praktek pembuatan pegagan kering, the herbal, minyak herbal, lulur herbal, boreh herbal dan minuman sari lemon.

Serta Pemerintah Provinsi Bali juga memfasilitasi untuk pembuatan ijin usaha bagi peserta Bimtek yang nantinya dapat digunakan kelangsungan usahanya dalam persaingan global. (*/sin)