Menjaga Semangat Sumpah Pemuda di Era Digital
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Semangat sumpah pemuda tahun 1928 harus tetap diteruskan di zaman digital hari ini. Salah satu caranya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dalam bentuk menuliskan gagasan-gagasan tentang persatuan Indonesia di media sosial.
“Media sosial menyediakan Kita wadah untuk berekspresi membagi gagasan-gagasan soal kepemudaan Dan Indonesia. Oleh karena itu pemuda hari ini harus memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin,” terang Teddy C Putra dalam acara diskusi Refleksi Sumpah Pemuda bertempat di Kubu Kopi, Denpasar, pada Kamis (28/10).
Teddy menambahkan narasi-narasi persatuan, kebangsaan, dan keindonesiaan sangat penting disebarkan mengingat Indonesia adalah negara yang beragama, didalamnya terdiri dari berbagai macam identitas. Keberagaman ini sangat penting dirawat dengan narasi-narasi persatuan.

“Penting untuk kita menuliskan hal tersebut, mengingat kita berada di negara yang begitu kaya akan perbedaan. Oleh karenanya, wacana persatuan penting untuk terus digaungkan oleh pemuda hari ini,” ungkap Teddy C Putra.
Sementara itu, koordinator acara, Kevin Ninggening, mengatakan acara ini bertujuan untuk meneruskan semangat sumpah pemuda 1928 untuk bisa diterapkanĀ sesuai perkembangan zaman hari ini. Semangat-semangat seperti menjaga toleransi dan persatuan adalah contoh implementasi semangat sumpah pemuda hari ini.
“Kegiatan ini, bertujuan untuk bagaimana kita mengagungkan semangat sumpah pemuda 1928 untuk kemudian diimplementasikan sesuai perkembangan zaman hari ini. Jadi, bagaimana Kita tetap menggaungkan spirit sumpah pemuda, misal menjaga keutuhan dan juga untuk menjaga toleransi di Indonesia,” ujar Kevin saat diwawancarai di sela-sela acara.
Menurut Kevin, Hari ini banyak sekali pandangan-pandanganĀ serta ajaran-ajaran luar yang masuk ke Indonesia. Pandangan atau ajaran ini tidak jarang menimbulkan dampak negatif berupa intoleransi. Oleh karena itulah penting peran pemuda dalam menjaga persatuan.
“Sekali lagi, pemuda harus tetap menggaungkan semangat persatuan, menjaga kerukunan dan keutuhan. Ini mengingat Indonesia adalah negara yang kaya, baik itu suku, agama, ras, dan juga budaya,” terang Kevin.
Terakhir Kevin menjelaskan, bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh organisasi nasional dan daerah, diantaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Ikatan Solidaritas Mahasiswa Sumba (IKASOMA), Gabungan Mahasiswa Timur (Gamatin), Perhimpunan Mahasiswa Loli (Permali). (*/sin)

Tinggalkan Balasan