Thursday, 29-07-2021

Penolakan Meluas, Desa Adat Tiga Kecamatan di Klungkung Deklarasi Tolak Sampradaya Non Dresta

DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Seperti tidak terbendung aspirasi dan gerakan masyarakat Adat di Bali. Penolakan dan pelarangan kegiatan sampradaya non dresta Bali yang bernafaskan Agama Hindu dan Budaya Bali makin meluas. Demikian pula, Desa adat di tiga kecamatan di Kabupaten Klungkung, yakni Kecamatan Dawan, Banjarangkan dan Klungkung menggelar deklarasi penolakan dan pelarangan Sampradaya Non Dresta Bali, di Klungkung, Jumat (7/5). Dalam deklarasi tersebut dihadiri 55 Desa Adat yang ada di tiga kecamatan tersebut.

Dalam Deklarasi tersebut, hadir Jro Bendesa Madya, Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Klungkung, Dewa Made Tirta; Ketua Taksu Bali Dwipa salah satu komponen Forum Komunikasi Taksu Bali, Ida Tjokorda Bagus dan jro bendesa di tiga kecamatan tersebut.

Jro Bendesa Madya, Dewa Made Tirta menegaskan, bahwa penolakan dan larangan kegiatan sampradaya non dresta Bali di wewidangan Desa Adat ini adalah menyikapi dan menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali tentang Pembatasan Kegiatan Pengembanan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali yang mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan Rabu, 16 Desember 2020 yang lalu.

Baca juga :  Investor 'Kangkangi' Perarem Pura Sad Kahyangan Penida: Ngotot Membangun, Warga 'Tedun'

Dijekaskan Jro Bendesa Madya, sejak dikeluarkan SKB, pihaknya langsung menyikapi dengan dua upaya. Pertama, bagi Desa Adat yang tidak ada ashram yang dilarang tersebut, tetap ikut mengawasi dan mengajegkan pelaksanaan upacara sesuai dengan dresta adat dan Budaya Bali yang bernafaskan Hindu Dharma. Kedua, bagi Desa Adat yang ada Sampradaya di wilayahnya, segera melakukan upaya persuasif. Turun ke sampradaya tersebut, melakukan tindakan persuasif untuk mengajak mereka untuk kembali meneruskan ajaran agama Hindu sesuai dengan dresta adat dan budaya Bali, yang dari dulu sampai sekarang masih dilakukan.

Diungkapkannya, di wilayah tiga kecamatan ini ada di Kecamatan Dawan yakni di Sampalan. Untuk itu, Bendesa Adat Sampalan sudah turun dan melakukan upaya persuasif, supaya apa yang menjadi larangan dalam SKB dapat diikuti, ditaati dan dijalankan pemilik Ashram Sampradaya tersebut. ‘’Dengan tindakan persuasif tersebut, pihak penganut sampradaya sudah bersedia mentaati dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat non dresta Bali lagi. Serta Desa Adat akan mengawasinya,’’ ujar Jro Bendesa Madya.

Baca juga :  Pastikan Pelebon Puri Agung Klungkung Aman, Kapolres Pimpin Langsung Pengamanan

Sementara itu, Ketua Taksu Bali Dwipa yang juga tokoh masyarakat Klungkung, Ida Tjokorda Bagus mengatakan SKB PHDI-MDA Bali adalah satu landasan yang kuat bagi Desa Adat di seluruh wilayah Klungkung, juga Bali pada umumnya untuk menyikapi aliran sampradaya yang sudah meresahkan masyarakat ini. 

Larangan atas keberadaan sampradaya non dresta Bali ini, sudah sangat tegas di dalam SKB ini. Tujuan utamanya adalah melindungi dresta adat dan budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu. ‘’Jika ini dibiarkan, akan merongrong budaya kita dari dalam. Mereka mengaku beragama Hindu, namun pelaksanaan upacara yang kepercayaan atas Hindu dresta Bali sudah sangat menyimpang,’’ tegas Cok Bagus.

Baca juga :  Kunjungi Klungkung, Dewa Indra Santuni Difabel dan Cek Posko Covid 19

Ditegaskannya, Forum Komunikasi Taksu Bali yang terdiri dari 40 elemen organisasi masyarakat termasuk Taksu Bali Dwipa yang ada di dalamnya, menyatakan akan mengawal SKB ini serta akan mensosialisasikan SKB ini ke Desa Adat di Bali. Bersama Desa Adat yang memiliki kewenangan kewilayahan, mengajegkan budaya, dresta dan adat Bali ini untuk masa depan Bali. 

‘’Kami akan mengawal ini. Jangan sampai rongrongan dari sampradaya ini, membuat budaya, adat dan dresta Bali, rusak. Krama Bali terpecah, atas provokasi mereka. Saatnya kita bersatu untuk masa depan Bali. Jika tidak kita, siapa lagi. Mari bersatu menolak sampradaya non dresta Bali ini,’’ tandasnya. (*/sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button