DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Denpasar dan Badung kini terurai. Pantauan diksimerdeka.com pada Sabtu (17/10/2026) malam, sejumlah SPBU di kedua wilayah itu sudah tidak lagi dipadati antrean, dan masyarakat bisa mengisi BBM dengan lancar.

Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan beberapa hari sebelumnya, saat antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan dan warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Baca juga :  Benarkah Pertamina Beri Informasi Akurat kepada Gubernur Koster?

Pulihnya layanan BBM tidak lepas dari kerja maraton Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pertamina. Sejak Senin (12/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026), Koster terus turun langsung ke depo dan SPBU, bahkan hingga tengah malam, untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM kembali normal.

Terobosan Percepatan Distribusi

Bersama Pertamina, Koster mendorong sejumlah langkah percepatan distribusi dan pelayanan BBM dari depo ke SPBU. Langkah itu antara lain perpanjangan jam operasional depo dan SPBU, serta penambahan jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam di Denpasar.

Baca juga :  Antrean BBM Belum Reda, PHRI Bali dan Pramuka Bagikan Konsumsi untuk Petugas SPBU

Di sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mendatangkan tambahan 57,9 juta liter BBM secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Pertamina juga menambah armada mobil tangki, termasuk dari Banyuwangi, serta menyiapkan operator SPBU dan pengemudi cadangan dengan dukungan Kodam IX/Udayana.

Baca juga :  Sengkarut Distribusi BBM Bali Bikin Antrean Mengular, DPR Sentil Pertamina dan PLN

Langkah terpadu tersebut membuat penyaluran BBM ke SPBU kembali lancar, sehingga antrean yang sempat dikeluhkan masyarakat berangsur hilang.

Hasil akhir ini membuktikan Gubernur Koster cepat, cerdas, dan akurat dalam mengatasi masalah. Kebiasaannya turun langsung ke SPBU sekaligus mendengar aspirasi masyarakat menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan, sehingga persoalan krusial BBM di Bali dapat diselesaikan.