DIKSIMERDEKA.COM KYIV – Sepak terjang Mayor Jenderal Anton Grunis di medan perang harus berakhir tragis. Jenderal top Rusia ini dilaporkan tewas usai dihantam serangan pasukan drone Ukraina di wilayah timur, tak lama setelah dirinya dianugerahi gelar Pahlawan Rusia. Ironisnya, gelar mentereng dari Presiden Vladimir Putin itu diberikan atas klaim kemenangan di Kostiantynivka, yang ternyata cuma pepesan kosong!

Dilansir The Guardian, kematian Grunis pada Sabtu lalu menambah daftar panjang petinggi militer Moskow yang meregang nyawa di garis depan pada hari ke-1.667 perang berdarah ini.

Bualan Berujung Maut: ‘Pahlawan’ yang Gugur di Kostiantynivka

Pasukan drone Ukraina sukses mencetak “kill” besar. Komandan drone Ukraina, Robert Brovdi, dengan tegas mengonfirmasi jatuhnya sang jenderal.

“Jenderal Grunis telah dieliminasi pada 12 September,” ujar Brovdi. Grunis tercatat sebagai komandan militer Rusia ketujuh yang berhasil ditamatkan oleh unit dronenya. Konfirmasi tewasnya Grunis juga diamini oleh komandan Rusia lainnya, Apti Alaudinov.

Sebelumnya, Grunis sempat menghadap langsung ke Vladimir Putin awal tahun ini. Ia membusungkan dada, mengklaim pasukannya telah berhasil merebut Kostiantynivka di Donetsk. Putin bahkan memuji sang jenderal karena “melakukan pekerjaan tersebut”. Berkat laporan itu, Grunis dikalungi medali Bintang Emas Pahlawan Rusia pada akhir Agustus lalu.

Baca juga :  Rudal Rusia Hantam Museum Chornobyl di Kyiv, Jejak Bencana Nuklir Ikut Jadi Korban

Faktanya? Di lapangan, klaim itu masih jauh panggang dari api. Lembaga kajian perang asal AS, Institute for the Study of War (ISW), menyebut pasukan Rusia memang berhasil menyusup, tapi belum sepenuhnya menguasai kota tersebut. Manuver propaganda Rusia ini dinilai sengaja dirancang untuk “menggambarkan garis depan Ukraina seolah-olah sedang runtuh”.

Teror Brutal Rusia: Bus Penumpang dan Kereta Api Jadi Sasaran Empuk

Sementara itu, amukan Rusia di sektor sipil makin membabi buta. Dini hari di hari Kamis, serangan udara Rusia kembali memborbardir bangunan-bangunan di ibu kota Kyiv dan melukai tiga orang di kota pelabuhan Laut Hitam, Odesa.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan puing-puing rudal berjatuhan menghantam gudang dan area dekat pom bensin. Di Odesa, sebuah apartemen 19 lantai dihantam telak, melukai tiga warga termasuk seorang anak kecil.

Lebih nahas lagi, pada hari Rabu, kawanan drone Rusia menyasar sebuah bus penumpang di dekat garis depan Nikopol, menewaskan lima warga sipil tak berdosa dan melukai tujuh lainnya. Serangan udara juga menyasar kereta penumpang sebanyak tiga kali di wilayah selatan Mykolaiv dan sebuah lokomotif di Kovel, dekat perbatasan Polandia. Beruntung, penumpang dan kru kereta berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melontarkan kecaman keras atas taktik kotor ini. “Tidak ada logika militer dalam hal ini, hanya sebuah tindakan kebrutalan lainnya,” tegas Zelenskyy.

Baca juga :  Kyiv Babak Belur Dihantam Rusia, 13 Nyawa Melayang, Zelensky Teriak Kekurangan Rudal

Rentetan serangan mematikan Rusia juga merenggut nyawa warga di Kherson dan Odesa, serta melukai belasan warga di Sumy, Kropyvnytskyi, hingga wilayah Belgorod di perbatasan Rusia akibat serangan balasan Ukraina.

Bumerang Drone Nyasar ke Polandia & Lumpuhnya Kilang Minyak Rusia

Efek domino perang kini makin melebar. Sebuah drone Gerbera-2 milik Rusia yang dilengkapi bahan peledak, ditemukan nyasar dan tercebur di Laut Baltik, lepas pantai Polandia.

Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, menyatakan militer telah menemukan dan mengangkat drone tersebut dari laut dekat desa Rusinowo. Jaksa militer Warsawa kini tengah menyelidiki kemungkinan tuntutan hukum terhadap Moskow karena “menyebabkan insiden yang membahayakan nyawa atau kesehatan banyak orang serta harta benda bernilai tinggi”.

Di dalam negeri, Rusia juga sedang pusing tujuh keliling. Kremlin terpaksa memperpanjang larangan ekspor solar hingga akhir Oktober akibat krisis bahan bakar domestik. Krisis ini bukan tanpa sebab; fasilitas kilang minyak raksasa Rusia luluh lantak digempur drone Ukraina. Menurut laporan Reuters, tiga dari enam kilang penghasil solar terbesar di Rusia terpaksa memangkas produksi atau berhenti operasi total bulan ini, termasuk kilang raksasa Rosneft di Syzran dan Saratov.

Baca juga :  Rusia Gempur Kyiv, 13 Tewas usai Hujan Rudal dan Drone

Tragedi Perwira Intelijen Inggris & Hancurnya Kenangan Bos Ukraina

Di tengah kecamuk perang, kabar duka datang dari Kementerian Pertahanan Inggris. Mayor Paul Wilks, perwira intelijen berusia 40 tahun, dilaporkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas di luar garis depan Ukraina pada hari Sabtu.

Komandannya mengenang Wilks sebagai “pria dengan kecerdasan yang luar biasa”. Kepala intelijen pertahanan Inggris bahkan menyebutnya sebagai “salah satu perwira intelijen paling berbakat di generasinya”. Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, turut memberikan penghormatan, menyebut Wilks “mengabdi untuk negara ini dengan kebanggaan dan dedikasi”.

Sementara itu di Kyiv, serangan Rusia sukses menghanguskan sebuah gudang peninggalan masa lalu Presiden Zelenskyy. Gudang tersebut menyimpan properti dan set dari Kvartal 95, studio TV yang didirikan Zelenskyy saat masih menjadi komedian sukses pada tahun 2003.

Beruntung tak ada staf yang terluka, namun kerugian sejarah tak bisa dihindari. “Kami kehilangan banyak sekali set panggung, kostum, dan properti yang selama 20 tahun telah menjadi bagian dari konser, acara TV, film, dan serial kami,” sesal pihak Kvartal 95. Studio ini sendiri telah memutus total bisnisnya di Rusia sejak aneksasi Krimea oleh Moskow pada 2014 silam.