DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Karang Taruna Dharma Santosa Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, terus memperkuat peran organisasi kepemudaan melalui pengembangan kaderisasi, pelestarian seni budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi digital.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Monitoring dan Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Mambal. Dalam kegiatan tersebut, Karang Taruna Dharma Santosa memaparkan berbagai program dan capaian organisasi sekaligus strategi pengembangan kepemudaan di tingkat desa.

Ketua Karang Taruna Dharma Santosa Desa Mambal, Dr. I Made Darmawan, S.Kom., M.M., mengatakan kaderisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Menurutnya, Karang Taruna tidak cukup hanya aktif menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga harus mampu menciptakan kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa.

“Kami ingin Karang Taruna menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda. Bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga memiliki kemampuan, pengalaman dan kesiapan untuk menjadi bagian dari pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perjalanan Dharma Santosa dalam membangun organisasi dilakukan secara bertahap. Kegiatan sosial menjadi salah satu fondasi awal yang kemudian berkembang ke berbagai bidang, seperti seni budaya, peningkatan kapasitas pemuda, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan kolaboratif di tingkat desa.

Dalam bidang seni dan budaya, Dharma Santosa mendorong keterlibatan generasi muda melalui Sanggar Seni Budaya Yowana Desa Mambal. Keberadaan sanggar tersebut menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menjaga keberlanjutan seni dan budaya lokal.

Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui berbagai pelatihan serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pengalaman pemuda dalam mengelola organisasi, mengembangkan program, serta terlibat langsung dalam kegiatan kemasyarakatan.

Memasuki 2026, Dharma Santosa mulai memperkuat inovasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui program Desa AI dan Skill Readiness.

Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi sekaligus meningkatkan keterampilan digital generasi muda agar dapat digunakan secara positif dan produktif.

Darmawan menegaskan, inovasi digital tidak hanya ditempatkan sebagai program pengenalan teknologi. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari strategi kaderisasi untuk mempersiapkan pemuda agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Generasi muda didorong memiliki kemampuan untuk belajar, berkolaborasi, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan masyarakat desa.

Selain inovasi digital, Dharma Santosa tetap mempertahankan program yang berbasis potensi lokal. Seni budaya, kreativitas pemuda, ekonomi kreatif, dan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari program yang terus dikembangkan.

Dalam Monitoring dan Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tahun 2026, tim penilai memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dikembangkan Dharma Santosa.

Berbagai program tersebut dinilai menunjukkan upaya pengembangan organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas kader dan inovasi untuk menjawab tantangan generasi muda.

Bagi Dharma Santosa, monitoring dan evaluasi tersebut bukan sekadar tahapan dalam penilaian Karang Taruna Berprestasi 2026. Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi untuk melihat kekuatan sekaligus memperbaiki program organisasi ke depan.

Dharma Santosa berkomitmen membangun organisasi kepemudaan yang aktif, adaptif, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan kaderisasi, pelestarian budaya, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pemuda sebagai bagian penting dalam pembangunan Desa Mambal sekaligus memastikan organisasi mampu terus tumbuh mengikuti perubahan zaman.

Editor: Agus Pebriana