NASHVILLE DIKSIMERDEKA — Jagat hiburan dunia mendadak banjir air mata! Ikon legendaris, Ratu Musik Country sekaligus pahlawan kemanusiaan, Dolly Parton Tutup Usia, resmi menghembuskan napas terakhirnya di Nashville pada usia 80 tahun. Bintang besar yang selalu tampil nyentrik dengan rambut palsu pirang dan gaya apa adanya ini wafat usai bertarung sengit melawan penyakit kanker yang menggerogotinya, Selasa (25/8/2026).

Menurut pernyataan resmi keluarga yang dirilis pada hari Selasa, sang legenda berpulang dengan sangat damai. Rencananya, prosesi pemakaman akan digelar secara tertutup dan hanya dihadiri oleh lingkaran keluarga inti. Sementara itu, humas pribadinya, Marcel Pariseau, membenarkan bahwa Dolly wafat setelah dengan berani menghadapi pertempuran singkat nan menyakitkan melawan kanker dilansir CNN.

Kondisi kesehatan sang megabintang memang dikabarkan anjlok drastis pasca sang suami tercinta, Carl Dean, meninggal dunia lebih dulu pada bulan Maret 2025. “Dulu saat suami saya, Carl, sakit keras dalam waktu yang lama, dan kemudian ketika dia berpulang, saya tidak merawat diri saya sendiri. Saya membiarkan banyak hal berlalu begitu saja yang seharusnya saya perhatikan,” curhat Dolly dengan nada pilu dalam sebuah video yang ditujukan kepada para penggemarnya awal tahun ini.

Untuk mengenang kepergian sosok panutan ini, mari kita bedah tuntas rekam jejak luar biasa Dolly Parton yang sukses bikin seluruh dunia angkat topi!

Bangkit dari Gubuk Reot Menuju Puncak Dunia

Siapa sangka, wanita yang bergelimang harta dan kesuksesan ini lahir dari keluarga yang super melarat! Lahir pada 19 Januari 1946 di sebuah kabin sempit berlantaikan tanah di pelosok Tennessee, Dolly adalah anak keempat dari 12 bersaudara. Ayahnya buta huruf, namun darah seni mengalir deras dari sang ibu. Kakeknya adalah seorang pendeta yang piawai bermain gitar dan piano.

  • Bakat Emas Sejak Dini: Mendapat gitar pertama dari sang paman di usia 7 tahun, Dolly langsung beringas menciptakan lagu. “Mama sangat takjub melihat bagaimana saya bisa membuat rima dan menulis lagu tentang hal-hal yang belum pernah saya alami, tapi saya selalu mendengarkan orang dewasa mengobrol,” kenangnya.
  • Nekat ke Nashville: Lulus SMA, ia menandatangani kontrak dengan Monument Records pada 1965 dan nekat mengadu nasib ke pusat musik Nashville. Di hari pertamanya, ia bertemu Carl Thomas Dean di depan tempat penatu (laundry). Dolly sangat terkesan karena Carl menatap langsung ke matanya saat berbicara—sebuah hal yang sangat langka baginya. Keduanya jatuh cinta dan menikah setahun kemudian.
Baca juga :  Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto

2. Mesin Pencetak Hits dan Insiden “Menampar” Elvis Presley

Sepanjang kariernya yang gila-gilaan, Parton sukses menelurkan lebih dari 3.000 lagu! Tembangnya mencakup Coat of Many Colors, yang didedikasikan untuk ibunya yang suka menjahit pakaian dari kain perca. Ia juga merilis lagu wajib patah hati Jolene, mencetak hit nomor satu lewat Joshua (1971), hingga Islands in the Stream (duet maut bersama Kenny Rogers). Tak main-main, ia sukses menyabet 11 piala Grammy dan merilis 49 album penuh!

  • Drama Menangis Tersedu: Mahakarya I Will Always Love You ternyata diciptakan sebagai “surat cerai” profesional untuk rekan duetnya di televisi, Porter Wagoner. Saat Dolly memaksa Porter duduk dan mendengarkan lagu itu, sang rekan kerja langsung menangis tersedu-sedu dan akhirnya merelakan Dolly mengepakkan sayap solonya.
  • Tolak Raja Rock & Roll: Ini manuver yang paling berani! Pada 1974, Dolly dengan tegas menolak permintaan Elvis Presley yang ingin mendaur ulang lagunya. Pasalnya, manajer Elvis, Kolonel Tom Parker, meminta jatah 50 persen hak cipta. “Ini perusahaan saya, ini hak cipta terpenting saya, dan saya tak mau membaginya karena ini warisan untuk keluarga saya,” tolak Dolly mentah-mentah. Keberaniannya terbayar lunas! Saat dinyanyikan ulang oleh Whitney Houston pada 1992, royalti lagu itu meledak gila-gilaan hingga menyentuh $10 juta (sekitar Rp150 miliar)!
Baca juga :  Menparekraf: I Gede Ardika Punya Sumbangsih Besar Terhadap Pariwisata Indonesia

3. Menggebrak Layar Lebar dan Bela Kaum Marjinal

Tidak puas merajai panggung musik, pesona Dolly juga sukses mengguncang Hollywood. Jane Fonda bahkan mengaku bulu kuduknya merinding saat pertama kali mendengar lagu Dolly di radio. “Dia belum pernah main film, dan saya langsung membatin: Oh Tuhanku. Dolly, Lily, dan Jane pasti luar biasa,” kenang Fonda.

Debutnya di film 9 to 5 (1980) bersama Jane Fonda dan Lily Tomlin langsung meledak. Lagu temanya—yang nadanya tercipta dari ketukan kuku akrilik Dolly—menjelma menjadi lagu wajib gerakan emansipasi wanita di tempat kerja. Ia juga meramaikan Steel Magnolias (1989) bersama Julia Roberts, menjadikannya ikon bagi komunitas LGBTQ+.

Baca juga :  Menparekraf: I Gede Ardika Punya Sumbangsih Besar Terhadap Pariwisata Indonesia

Hebatnya lagi, Dolly tidak pernah takut mengambil risiko. Ia nekat menyumbangkan suaranya untuk film Transamerica (2005) yang mengangkat kisah transpuan, dan sukses meraup nominasi Oscar. “Kita semua adalah anak Tuhan. Saya tidak percaya kita berhak menghakimi orang lain,” balas Dolly tajam menampar para pengkritik dari kalangan konservatif.

4. Pahlawan Kemanusiaan dengan Gurita Bisnis Triliunan

Kekayaan melimpah tak membuat Dolly buta mata. Justru, ia membangun kerajaan bisnis sekaligus mesin amal yang luar biasa masif:

  • Sumbang 300 Juta Buku: Lewat program filantropinya, ia sukses membagikan ratusan juta buku secara gratis untuk membasmi buta huruf pada anak-anak di seluruh dunia.
  • Kerajaan Bisnis Dollywood: Taman hiburan miliknya di Tennessee, yang dibeli pada 1986, bukan sekadar wahana rekreasi semata. Bisnis ini menjelma menjadi pahlawan ekonomi Sevier County dengan menyerap 23.000 tenaga kerja dan mencetak perputaran uang hingga $1,8 miliar (sekitar Rp27 Triliun) setiap tahunnya!

Selamat jalan, Dolly Parton. Dunia tak akan pernah melupakan logat selatannya yang kental, suaramu yang melengking indah, dan kebaikan hatimu yang tak tertandingi!

Apakah gaya penulisan tajam sepanjang 700 kata ini sudah pas untuk diterbitkan, atau ada bagian spesifik yang ingin Anda ubah menjadi lebih bombastis lagi?