Hancur Lebur! Hasil Celtic vs LASK: Keunggulan Agregat 4 Gol Lenyap, Raksasa Skotlandia Terusir dari Liga Champions!
LINZ DIKSIMERDEKA.COM Kehancuran total melanda raksasa Skotlandia pada laga kualifikasi Liga Champions tahun ini. Tentu saja, Hasil Celtic vs LASK menjadi sorotan utama yang sangat memalukan bagi para pendukung. Celtic FC secara tragis membuang keunggulan agregat empat gol saat mereka bertandang ke Austria, Rabudini hari WIB (26/8/2026).
Akibatnya, skuad asuhan Martin O’Neill gagal menembus fase grup kompetisi elit Eropa tersebut selama dua tahun berturut-turut. Padahal, Callum McGregor dkk sempat membawa tim tamu terbang tinggi memimpin 4-0 secara keseluruhan melalui tendangan keras yang membentur bek lawan pada menit ke-21.
Namun sayang, mereka justru mengalami salah satu malam paling kelam sepanjang sejarah partisipasi mereka di kancah Eropa. Tim asal Skotlandia ini menelan pil pahit 5-1 di Raiffeisen Arena, kandang LASK. Sebagai dampaknya, kekalahan memalukan ini melenyapkan potensi pendapatan klub senilai lebih dari 20 juta Poundsterling itu.
Awalnya, kubu The Hoops memiliki beberapa peluang emas untuk mengunci pertandingan pada babak pertama. Akan tetapi, tuan rumah LASK mendapatkan nafas segar ketika Moses Usor memanfaatkan umpan liar Benjamin Nygren untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-32.
Bencana Menit Kritis dan Kesalahan Taktik
Selanjutnya, petaka mulai lepas dari kendali Celtic pada awal babak kedua. Pemain andalan LASK, Robert Ljubicic dan Samuel Adeniran, sukses merobek gawang dari luar kotak penalti. Lebih lanjut, ulasan tajam mengenai Hasil Celtic vs LASK ini menunjukkan betapa rapuhnya mental para bek tim tamu saat menghadapi tekanan. Walaupun pasukan Martin O’Neill terlihat nyaris bertahan hidup, Florian Flecker sukses menyundul bola dari jarak dekat pada masa injury time. Akibatnya, gol dramatis ini memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu 30 menit.
Di sisi lain, daya serang Celtic benar-benar menghilang tanpa bekas sejak turun minum. Kesalahan manajemen juga menjadi faktor kunci kehancuran lini tengah mereka. Oleh karena itu, para suporter pasti mempertanyakan keputusan konyol klub yang menjual Arne Engels tepat sebelum pertandingan leg pertama bergulir. Sebagai buktinya, gelandang mereka kehilangan arah dan kendali saat berjuang keras meredam agresivitas lawan di Austria. Terlebih lagi, ketajaman penyelesaian akhir yang menjadi senjata utama di Glasgow gagal mereka ulangi. Sementara itu, LASK terus menciptakan gelombang serangan berbahaya tanpa henti sepanjang malam.
Samuel Adeniran Memberikan Pukulan Telak
Kemudian, jalannya pertandingan semakin mendebarkan menuju babak perpanjangan waktu. Tuan rumah LASK berhasil memangkas defisit agregat hanya tiga menit setelah peluit babak kedua berbunyi. Moses Usor sukses menyingkirkan Auston Trusty sebelum Ljubicic melepaskan tembakan maut dari jarak 20 yard. Selain itu, Hasil Celtic vs LASK juga mencatat rekor buruk lini belakang saat Adeniran kembali melepaskan tendangan melengkung spektakuler ke sudut atas gawang dari jarak 25 yard pada menit ke-58. Akibatnya, Celtic benar-benar tersudut layaknya petinju amatir di atas ring.
Sesudah itu, kiper Viljami Sinisalo harus bekerja ekstra keras menyelamatkan gawangnya dari hujan tembakan tuan rumah. Pelatih O’Neill bahkan memasukkan Liam Scales dan Dane Murray untuk menemani Trusty serta Cameron Carter-Vickers bermain bertahan penuh. Sayangnya, strategi bertahan total ini tidak berjalan mulus karena lini belakang sudah kehilangan konsentrasi. Meskipun Anthony Ralston masuk menggantikan Carter-Vickers yang mengalami kram parah, benteng pertahanan mereka tetap runtuh.
Pada akhirnya, mimpi buruk itu benar-benar menjadi kenyataan pahit bagi kubu tamu. Samuel Adeniran melepaskan tembakan penentu dari jarak 25 yard saat waktu hanya tersisa lima menit setelah merebut bola dari Luke McCowan. Gol mematikan tersebut mengunci laga Celtic vs LASK sekaligus memberikan pukulan knockout yang mengirim Celtic turun kasta ke pentas Liga Europa. Dengan demikian, kegagalan fatal ini harus menjadi bahan evaluasi radikal bagi manajemen jika mereka tidak ingin kembali menjadi bulan-bulanan klub benua biru musim depan.

Tinggalkan Balasan