Bidik Posisi 3 Besar di Pemilu, Demokrat Bali Mulai Siapkan Strategi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Partai Demokrat Bali mulai menyiapkan strategi pemenangan guna meraih posisi tiga besar pada Pemilu 2029. Salah satunya dengan mulai melakukan penjaringan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan generasi muda.
Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan generasi muda akan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029. Karena itu, Demokrat Bali mulai memetakan anak muda yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi kader dan calon legislator.
Menurut Mudarta, anak muda yang memiliki kesadaran politik dapat mempengaruhi pilihan anggota keluarganya. Karena itu, Demokrat ingin memperkuat basis pemilih muda sekaligus menyiapkan kader yang mampu menjangkau kelompok tersebut.
“Kalau anak mudanya sudah terdidik, dia bisa mempengaruhi pilihan bapaknya, pilihan kakeknya,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPD Demokrat Bali, Minggu (23/8/2026).
Karena itu, Demokrat Bali mulai menjaring kader muda dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pelajar. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan kepemudaan seperti lomba pidato AHY.
Dari kegiatan tersebut, Demokrat ingin menilai kemampuan calon kader dalam menyampaikan gagasan dan berbicara di depan publik.
“Dari kecerdasan itu kita bisa mengukur, wah ini hebat orangnya, bisa berbicara di depan publik,” kata Mudarta.
Kader yang dinilai potensial, kata dia, dapat dipersiapkan menjadi calon anggota DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten dan kota.
Selain menyiapkan kader, Mudarta mengatakan Demokrat Bali berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui aksi nyata. Menurut dia, kehadiran partai dalam berbagai persoalan masyarakat menjadi salah satu modal politik Demokrat.
“Setiap ada bencana, Demokrat adalah terdepan. Sekarang ketika ada isu sampah, Demokrat juga adalah terdepan, melakukan aksi bersih-bersih di destinasi wisata,” ujarnya.
Ia menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Demokrat Bali mulai meningkat. Namun, menurut Mudarta, kepercayaan tersebut harus diikuti dengan kerja politik dan kualitas kader yang memadai.
“Partai itu harus mencintai rakyat, sering hadir di tengah masyarakat, bisa menjawab semua isu yang ada,” katanya.
Mudarta juga mendorong masyarakat, terutama pemilih muda, agar tidak menentukan pilihan berdasarkan politik uang. Menurut dia, pemilih perlu mempertimbangkan kapasitas, visi, dan rekam jejak calon.
“Jangan sekarang setelah dipilih, dia tidak mengurus rakyatnya. Menjelang pemilihan dia datang membawa uang, kasih uang Rp50 ribu, Rp100 ribu, dipilih lagi. Akhirnya lima tahun kita menderita,” kata dia.
Demokrat Bali, kata Mudarta, akan mempersiapkan kader dan calon legislatif sejak jauh-jauh hari. Pengalaman partai sebagai penguasa maupun oposisi, menurut dia, menjadi modal untuk menghadapi siklus politik berikutnya.
“Demokrat pernah berkuasa 10 tahun, kami oposisi 10 tahun. Jadi kami merasakan betul,” ujarnya.
Mudarta mengatakan Demokrat Bali akan tetap realistis dalam mengejar target tiga besar. Perolehan kursi, kata dia, baru akan dihitung setelah pemetaan kader, potensi suara, dan kondisi politik menjelang Pemilu 2029 dilakukan.
Mudarta mengatakan Demokrat Bali realistis memasang target masuk tiga besar pada Pemilu 2029. Terlebih tambahnya, popularitas partai dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhiyono tengah menanjak naik.
Hal tersebut tambahnya, menjadi modal partai di Bali untuk bergerak lebih percaya diri. Terlebih demokrat dalam sejarahnya pernah berkuasa dan pernah menjadi oposisi.
“Kalau Demokrat Bali kan pernah ranking dua, pernah ranking tiga. Kalau Bali itu masuk tiga besar,” kata dia.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan