Resmi Tantang Indonesia di ASEAN Cup, Pelatih Timnas Bangladesh Malah Pusing Tujuh Keliling!
DHAKA DIKSIMERDEKA.COM – Persiapan Timnas Bangladesh menatap ajang SAFF Championship bulan November nanti mendapat suntikan moral luar biasa. Pasalnya, keikutsertaan mereka di edisi perdana turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup telah resmi dikonfirmasi! Sayangnya, kabar gembira ini diiringi awan kelabu di lapangan. Sang pelatih kepala, Thomas Dooley, diprediksi bakal pusing tujuh keliling karena cuma punya waktu super mepet untuk menggembleng skuad penuhnya.
Dilansir Daily Star, kepastian ini didapat setelah komite eksekutif Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) menggelar rapat maraton kemarin. Ketua komite media, Amirul Islam Babu, membeberkan kepada awak media bahwa FIFA telah secara resmi mengetuk palu konfirmasi partisipasi Bangladesh di turnamen anyar tersebut.
“Kami telah mengajukan permohonan kepada FIFA untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Tadi malam (Jumat), kami menerima respons positif, dan kemudian kami juga mengirimkan konfirmasi kami,” kata Babu setelah rapat.
Ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup ini bakal memperebutkan mahkota juara dari delapan tim di divisi utamanya, dan akan mentas di Jakarta pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang. Hasil drawing pun menjanjikan pertarungan sengit! Bangladesh tergabung di Grup A dan akan bentrok langsung dengan tuan rumah Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, Grup B dihuni oleh deretan tim kuat yakni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Babu membocorkan bahwa BFF bakal segera memanggil para penggawa timnas untuk pemusatan latihan (training camp) sesaat setelah menggodok jadwal bersama Dooley. Harapannya, Dooley bisa meracik taktik dengan skuad full team, termasuk mendaratkan pemain-pemain abroad seperti Hamza Choudhury yang berkarier di Inggris, serta Shamit Shome yang merumput di Kanada.
Meski belum ada tanggal pasti yang diumumkan, federasi baru-baru ini sudah memberikan lampu hijau ke klub-klub bahwa TC timnas diagendakan mulai 27 Agustus. Di sisi lain, BFF baru saja menetapkan tanggal 3 September sebagai tenggat waktu pendaftaran pemain lokal dan asing tahap pertama untuk kompetisi Liga Sepak Bola Bangladesh musim depan.
Nah, di sinilah letak masalahnya! Dengan jeda internasional FIFA yang baru dibuka pada 21 September, Dooley praktis hanya punya waktu kurang dari sepekan untuk menyatukan taktik bersama skuad lengkapnya sebelum armada Bengal Tigers terbang ke Indonesia untuk bertempur di ASEAN Cup.
Kondisi mepet ini dipastikan bakal bikin sang pelatih berpaspor Jerman itu frustrasi berat. Sebelumnya, Dooley memang sudah sering melontarkan keluhan soal minimnya waktu persiapan untuk mematangkan mesin timnas.
Biang kerok minimnya waktu persiapan ini tak lain karena molornya jadwal kompetisi domestik. BFF lagi-lagi harus putar otak menyesuaikan kalender registrasi dan kompetisi gara-gara badai sanksi embargo transfer yang dijatuhkan FIFA kepada beberapa klub.
Klub Abahani memang sudah berhasil mencabut sanksi terakhir mereka. Tapi, raksasa Bashundhara Kings kabarnya masih punya PR besar menyelesaikan enam dari 14 sanksi mereka! Di sisi lain, Young Men’s Fakirerpool Club juga belum bisa mengangkat satu-satunya sanksi yang masih membelenggu mereka.
Alhasil, kalender bal-balan domestik jadi berantakan! Kick-off Liga Sepak Bola Bangladesh yang sejatinya digelar 25 Agustus terpaksa diundur ke 18 September. Nasib serupa dialami Piala Federasi yang molor jadi 22 September dari jadwal semula 28 Agustus.
Kalender yang super padat ini memaksa para pemain timnas harus rela membagi fokus. Mereka harus bersiap menatap ASEAN Cup tepat ketika liga lokal baru saja memanas. Belum lagi, Bangladesh juga bersiap menjadi tuan rumah SAFF Championship pada 4-17 November mendatang, dengan TC yang rencananya bakal digeber mulai 25 Oktober.
Partisipasi di ASEAN Cup ini sebetulnya jadi ajang pemanasan yang brilian dan sangat kompetitif buat Bangladesh sebelum terjun di SAFF Championship. Namun, tantangan paling gila bagi Dooley saat ini adalah: mampukah ia berpacu dengan waktu meracik chemistry dan taktik skuadnya sebelum bola pertama ditendang di Jakarta? Patut kita tunggu!

Tinggalkan Balasan