HULL DIKSIMERDEKA.COM – Awal musim yang hancur lebur bagi Manchester United! Pasukan Michael Carrick harus rela menelan pil pahit setelah digulung 2-0 oleh tim promosi, Hull City, Sabtu (22/8/2026). di laga pembuka Premier League. Gawang Setan Merah dijebol lewat skema bola mati yang jadi mimpi buruk, dengan Semi Ajayi dan Nobel Mendy keluar sebagai pahlawan The Tigers( julukan untuk Hull City). Kekalahan ini sekaligus menjadi kali keempat dalam tujuh tahun terakhir United keok di laga perdana mereka.

Meski anak asuhnya tampil mengecewakan melawan tim yang musim lalu cuma finis keenam di Championship, Michael Carrick berusaha tampil profesional dan menjaga raut wajahnya tetap tenang di hadapan media. Namun, sang manajer tak menampik ada gejolak di dadanya.

“Saya bicara dengan kalian cukup tenang, tapi di dalam hati saya tidak se-kalem itu dan jelas saya tidak menikmati hari ini. Jadi ada perbedaan yang besar,” beber Carrick buka-bukaan dilansir dari The Guardian.

Sebagai mantan pemain yang sudah asam garam di Old Trafford, Carrick paham betul tekanan yang ada. “Saya main (untuk United) dalam waktu yang lama. Kalian nggak akan bisa main di sini lama-lama kalau cuma memikirkan hasil hari per hari, menang dan kalah, tapi kalian harus terus melangkah seperti biasa.” tambahnya.

Lebih lanjut, Carrick menepis anggapan bahwa ketenangannya berarti ia tak peduli. “Seratus persen bukan begitu, dan percayalah, bukan seperti itu. Ini hanya berarti kami nggak harus teriak-teriak dan bikin kekacauan cuma karena hasil ini. Di dalam hati kami terluka dan kami harus jadi lebih baik. Tapi ketenangan ini bukan berarti kami nggak punya emosi, itu pasti.” jelasnya.

“Hasil ya hasil. Kami kalah, kami terluka dan rasanya nggak enak. Tapi ini nggak berarti arah perjalanan kami sebagai sebuah tim atau klub bakal langsung berubah total. Ini baru satu pertandingan dan hasil seperti ini bisa saja terjadi di sepak bola, kami semua paham itu. Memang nggak enak saat terjadi, tapi ini sungguhan bisa terjadi,” tambahnya,” ujar pria yang mengantongi 316 caps bersama MU ini.

Baca juga :  Prediksi Manchester United vs Leeds United: Setan Merah Panas, Leeds Terancam!

Bruno Fernandes Ngamuk: Penyakit Lama Kumat!

Selama 90 menit penuh, United tampil ompong dan nyaris tanpa ancaman berarti. Sang kapten, Bruno Fernandes, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia blak-blakan menyoroti “penyakit lama” Setan Merah saat main tandang.

“Kesalahan yang sama seperti yang kami lakukan musim lalu, di setiap laga tandang,” rutuk Bruno. “Kami terlalu banyak ngasih bola ke mereka. Di 20 menit pertama kiper lebih banyak nyentuh bola, terlalu banyak waktu. Kami harusnya nge-press sedikit lebih banyak, lebih agresif, dan set-plays (bola mati) – kami harus melatihnya, biar lebih agresif dan nyoba untuk nggak kebobolan gol-gol macam ini.”

Taktik Rahasia Hull Bikin Jakirovic Tersenyum Lebar

Di kubu lawan, pelatih Hull City, Sergej Jakirovic, tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya. Ia dan staf pelatihnya rupanya sudah membaca kelemahan lini belakang United, terutama saat menghadapi set-piece. Namun, sang pelatih enggan membocorkan resep jitunya. “Itu rahasia kami,” ujarnya.

Kemenangan ini terasa sangat manis bagi Hull yang sejak awal diprediksi bakal degradasi. Suporter The Tigers bahkan sempat menyanyikan chant “are you watching Joe Cole?” untuk menyindir sang pundit yang sempat meremehkan peluang bertahan hidup Hull di Premier League.

“Saya nggak punya masalah dengan kritikus dan pendapat mereka,” tanggap Jakirovic santai. “Kami cuma nyoba ngebuktiin mereka salah dan hari ini kami menang. Sekarang masih ada 37 laga sisa, jadi kami bakal nyoba terus tampil kayak gini. Saya sangat, sangat senang buat semua orang di klub ini.”

Mimpi Buruk Setan Merah: Hull Buktikan Diri, Lini Belakang United Kena Hukuman!

Sejak Sir Alex Ferguson pensiun 13 tahun lalu, Manchester United seolah terjebak di zona purgatori sepak bola, dan pengalaman menyakitkan di markas Hull ini jadi bukti nyata bahwa mereka mungkin bakal lebih lama lagi berada di sana. Penunjukan permanen Michael Carrick yang digadang-gadang bakal bawa era baru di Old Trafford, nyatanya belum banyak mengubah wajah tim, jika melihat kekalahan memalukan ini.

Baca juga :  Hasil Liga Inggris Pekan ke-25: Cole Palmer Hattrick, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

United tampil letoy dari awal sampai akhir dan dengan pantas dihukum karena gagal mempertahankan gawang dari ancaman bola mati dengan kompeten. Duet bek tengah Hull, Semi Ajayi dan Nobel Mendy, sukses mencetak gol kemenangan dalam comeback meriah mereka ke Premier League, sementara United dibikin pusing tujuh keliling memikirkan apakah skuad mereka butuh perombakan lebih ekstrem sebelum bursa transfer ditutup.

Ini adalah kemenangan perdana Hull atas United di kancah Premier League, dan mereka akhirnya memutus rekor buruk tak pernah menang dari Setan Merah selama 52 tahun lamanya! Penantian sembilan tahun The Tigers untuk kembali ke kasta tertinggi ini dibayar lunas. Mereka membuktikan kepantasan mereka, meskipun memang lawan yang mereka hadapi adalah United yang lagi ompong-ompongnya, yang kini mencatat empat kekalahan di laga pembuka dalam tujuh musim terakhir.

Laga ini sebetulnya butuh sebuah percikan untuk memanaskan situasi. Harry Maguire dan Elliot Stroud sempat bentrok di garis tengah, sama-sama merasa dirugikan, tapi wasit tak bergeming. Ketidakadilan yang dirasakan justru memantik semangat pemain dan suporter tuan rumah, yang meningkatkan intensitas serangan Hull, sementara United malah ciut dan main bertahan.

Peringatan bahaya sudah muncul saat Senne Lammens menyelamatkan tembakan Oli McBurnie dan menepis umpan silang mematikan dari Ryan Giles. Namun, petaka dari sepak pojok Giles tak terhindarkan. Pertahanan United gagal total di kedua tiang gawang. Bola dikirim ke tiang dekat, lalu disundul ke tiang jauh di mana McBurnie punya ruang bebas untuk menembak. Lammens memang sukses menghentikan bola di garis gawang, tapi Ajayi dengan buas menyambar bola muntah dan mencetak gol liganya yang kedua untuk klub.

McBurnie benar-benar jadi momok lewat lari dan fisiknya yang tak kenal lelah, bikin bek muda Ayden Heaven merasakan kerasnya sambutan di kandang Hull. Di sisi lain, United kehilangan sosok penyerang murni, dengan Matheus Cunha diplot sebagai false 9, yang membuatnya lebih sering menjauh dari posisi bek-bek Hull.

United malah terlihat kayak tim yang baru main laga pramusim pertama, berhadapan dengan lawan yang sudah main di pertengahan kompetisi. Pelanggaran nggak perlu dari Youri Tielemans berbuah tendangan bebas yang lagi-lagi gagal diantisipasi pertahanan Setan Merah. Umpan Regan Slater sangat berbahaya, dan saking kurangnya desire pemain berbaju putih untuk menyapu bola, Mendy dengan leluasa menyundul bola dari jarak dekat di laga debutnya. Kalau ini disebut awal dari era baru United, kenyataannya malah bikin kita teringat masa-masa kelam Ruben Amorim dan pasukan pasifnya.

Baca juga :  Liverpool vs Crystal Palace Memanas,The Reds On Fire, Siap Kunci Tiket UCL

Suporter Hull bersorak gembira saat peluit babak pertama dibunyikan, sementara separuh tribun tandang sudah kosong melompong. Carrick punya waktu buat putar otak merancang perubahan radikal yang dibutuhkan, tapi ia cuma menarik keluar Patrick Dorgu yang sudah kena kartu kuning dan memasukkan Marcus Rashford.

Carrick memang membawa ketenangan setelah menggantikan Amorim, tapi bermain dengan saking tenangnya malah terlihat naif. Taktik dan bakat harusnya dibarengi dengan daya juang dan gairah, dua hal yang sama sekali nggak kelihatan dari United hari ini. Padahal mereka sangat berharap bisa start bagus, apalagi laga berikutnya mereka bakal main di kandang lawan Ipswich.

Rashford dimasukkan buat ngasih percikan yang hilang dan bikin tim nggak terlalu sempit saat nyerang. Ia memang bawa sedikit agresivitas di sayap kiri, berani lari ngajak lari bek yang di babak pertama cuma jalan kaki. Tapi nggak ada peluang yang tercipta, bikin kiper Konstantinos Tzolakis nikmatin debutnya dengan santai. Hal ini jadi gambaran betapa buruknya performa United hari ini, saat pemain debutan Andrey Santos dan Tielemans, yang dibeli dengan total harga £85 juta, ditarik keluar dengan sisa waktu 23 menit karena gagal dapet tempat di permainan.

Hull, yang notabene punya rekor pertahanan terburuk keempat di Championship musim lalu, nyatanya nggak perlu repot-repot nyerang di babak kedua dan udah puas bikin United frustrasi dari jarak jauh. Tuan rumah pantas dapat segalanya hari ini, berkat kombinasi kualitas umpan, agresi, dan organisasi yang solid—tiga hal yang sama sekali nggak dimiliki United. Football, bloody Hull!