Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT
DIKSIMERDEKA.COM, NTT – Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi di Flores. Gubernur Bali Wayan Koster secara langsung menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8/2026).
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Bupati Manggarai Barat. Kehadiran para pemimpin daerah dan jajaran Kodam IX/Udayana menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Gubernur Koster mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bali terhadap masyarakat Flores. Menurutnya, dalam situasi bencana, kerja sama dan gotong royong antardaerah sangat penting agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Bali kepada saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan,” ujar Koster.
Solidaritas tersebut juga diwujudkan melalui sinergi Bali, NTB, dan Kodam IX/Udayana. Ketiga unsur tersebut bersama-sama mengirimkan tim medis dan bantuan logistik ke wilayah terdampak, sekaligus melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di lapangan secara lebih tepat.
Menurut Koster, penanganan bencana membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipetakan sehingga dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita bergerak bersama dengan semangat gotong royong. Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mendukung pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemprov Bali juga telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali untuk bergerak membantu penanganan gempa di Flores. Pada 18 Agustus 2026, Kepala Pelaksana BPBD Bali Gde Agung Teja bersama jajarannya menyalurkan bantuan logistik senilai sekitar Rp150 juta.
Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi masyarakat terdampak. Di antaranya 4 ton beras, 6.000 bungkus mi instan, air mineral, terpal, tikar, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Kehadiran bantuan dari Bali menjadi bagian dari respons bersama dalam menghadapi bencana yang melanda masyarakat Flores. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani masa tanggap darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Koster menegaskan, solidaritas antardaerah harus terus dijaga, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana. Menurutnya, bantuan tidak semata-mata berbentuk materi, tetapi juga merupakan pesan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi musibah seorang diri.
“Bali dan NTT adalah saudara. Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling membantu dan menguatkan. Semoga kebersamaan ini dapat memberikan semangat kepada masyarakat Flores untuk segera bangkit dan pulih,” pungkas Koster.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemprov Bali berharap dukungan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak. Solidaritas Bali untuk NTT juga menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperkuat ketahanan dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan