DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, kembali menggulirkan program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dengan menyambangi masyarakat di tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Tejakula dan Desa Bondalem di Kecamatan Tejakula serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut diisi dengan penyaluran bantuan sosial, pelayanan kesehatan gratis, edukasi pengolahan pangan lokal, serta ajakan kepada masyarakat untuk aktif mendukung pembangunan dari tingkat desa hingga provinsi.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa program Bergerak dan Berbagi merupakan kelanjutan dari program TP PKK Provinsi Bali pada periode sebelumnya yang bertujuan memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami hadir untuk menyapa sekaligus mengajak masyarakat bergerak. Bergerak artinya mengetahui apa yang harus dilakukan, mendukung program kepala desa, bupati, hingga visi dan misi Gubernur Bali. PKK tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh melalui aksi nyata,” ujarnya.

Baca juga :  Teater Angin Smansa Denpasar Terima Sumbangan Rp 65 Juta dari Putri Koster

Ia menjelaskan, selain program Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali juga menjalankan berbagai program lain seperti Berbelanja dan Berbagi, Gerakan Kulkul PKK, serta penguatan layanan Posyandu. Seluruh program tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, Gerakan Kulkul PKK menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan mengajak masyarakat meluangkan waktu membersihkan lingkungan mulai dari rumah masing-masing.

“Budaya ini perlu dibangkitkan karena belakangan ini waktu masyarakat banyak tersita akibat penggunaan gawai secara berlebihan,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Desa Tejakula, Ny. Putri Koster juga mengapresiasi perkembangan pengelolaan garam tradisional yang semakin maju setelah diterbitkannya regulasi Pemerintah Provinsi Bali mengenai tata kelola garam tradisional. Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi garam tradisional Bali untuk dipasarkan secara luas karena telah memiliki izin edar.

“Restoran dan hotel kini banyak menggunakan garam tradisional Bali karena rasanya lebih gurih dan kaya. Ini menjadi peluang besar bagi petani garam Tejakula,” ungkapnya.

Baca juga :  Putri Koster Tekankan Peran Penting Guru PAUD Mendidik Anak Bangsa

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sudjitra, menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali yang terus menyambangi seluruh kabupaten/kota melalui program sosial tersebut. Menurutnya, berbagai program yang menjadi arahan Ketua TP PKK Provinsi Bali telah diimplementasikan di Buleleng, mulai dari penguatan ketahanan pangan keluarga, pengolahan pangan lokal, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga penyaluran bantuan sosial.

Pada kesempatan itu, TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK Kabupaten Buleleng dan perangkat daerah terkait menyerahkan bantuan sosial berupa 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, dan 300 kotak susu kepada para penerima manfaat yang terdiri atas lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, serta kader PKK di tiga lokasi kegiatan.

Selain itu, turut disalurkan berbagai bantuan lainnya, di antaranya 50 paket Gemarikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, 10 paket sembako dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, paket susu untuk ibu hamil dan balita dari PD Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, paket multivitamin dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 50 pak telur dan 1.000 bibit cabai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta 50 bibit pohon dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Baca juga :  Putri Koster Hadiri Puncak HKG PKK Ke-54, Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali. Masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pembagian vitamin.

Tak hanya itu, Bali Chef Community turut memberikan pelatihan memasak kepada ibu-ibu PKK dan remaja dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal.

Melalui Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, Ny. Putri Koster berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai fondasi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali yang berkelanjutan.