300 Ribu Orang Mengungsi! Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Kian Mengganas
Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol terus meluas dan memaksa lebih dari 300.000 orang meninggalkan rumah serta tempat liburan mereka. Kobaran api yang dipicu gelombang panas ekstrem dan angin kencang bahkan memaksa Prancis melakukan salah satu operasi evakuasi warga sipil terbesar pada masa damai dalam sejarah negara tersebut.
PARIS, DIKSIMERDEKA.COM – Kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol semakin sulit dikendalikan. Hingga Minggu (27/7), lebih dari 300.000 orang telah dievakuasi dari rumah maupun lokasi wisata akibat kobaran api yang terus meluas.
Di Prancis, sekitar 220.000 hingga 250.000 warga telah meninggalkan rumah mereka, terutama di wilayah Gironde, yang mengancam Kota Bordeaux. Otoritas setempat menyebut operasi penyelamatan tersebut sebagai salah satu evakuasi warga sipil terbesar yang pernah dilakukan pada masa damai.
Dilansir The Guardian, Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan skala evakuasi kali ini kemungkinan menjadi yang terbesar dalam sejarah modern negara itu di luar situasi perang.
Bordeaux Terancam
Kebakaran utama masih berkobar di barat daya Prancis dan mendekati Kota Bordeaux.
Angin kencang yang bertiup sepanjang malam membuat api menyebar semakin cepat hingga memaksa pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi baru di sejumlah desa sekitar Bordeaux.
Selain itu, ruas jalan tol utama A63 sepanjang sekitar 60 kilometer yang menghubungkan Bordeaux dengan perbatasan Spanyol juga ditutup akibat kebakaran.
Pemerintah Prancis mengerahkan 1.500 personel militer untuk membantu ribuan petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 1,5 juta masker juga didistribusikan kepada masyarakat guna mengurangi risiko menghirup asap pekat.
Spanyol Tetapkan Status Darurat Nasional
Sementara itu, kebakaran juga terus menghanguskan kawasan sekitar Madrid dan Provinsi Ávila.
Api telah melalap sekitar 24.000 hektare lahan di wilayah Madrid dan 21.000 hektare di Ávila.
Lebih dari 30.000 warga dievakuasi dari Ávila, sementara lebih dari 15.000 orang lainnya mengungsi dari Provinsi Castellón.
Pemerintah Spanyol untuk pertama kalinya menetapkan status darurat nasional akibat kebakaran hutan.
Gelombang Panas dan Krisis Iklim
Ratusan petugas pemadam kebakaran di kedua negara masih berjuang menjinakkan api.
Namun, suhu udara yang sangat tinggi, angin kencang, serta kondisi lahan yang sangat kering membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Di wilayah Gironde, petugas pemadam bahkan melaporkan munculnya fenomena langka pyro cumulonimbus, yaitu awan yang terbentuk akibat panas ekstrem dari kebakaran sehingga menghasilkan angin dan pusaran api sendiri.
Fenomena tersebut membuat arah penyebaran api menjadi tidak menentu dan jauh lebih sulit dipadamkan.
Ribuan Warga Mengungsi
Ribuan warga yang dievakuasi kini bertahan di aula pameran, gedung olahraga, dan tempat penampungan darurat.
Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah maupun lokasi liburan tanpa mengetahui kapan mereka dapat kembali.
Selain menghancurkan permukiman, kebakaran juga telah merenggut sedikitnya satu korban jiwa di wilayah timur Spanyol.
Otoritas di kedua negara memperingatkan kondisi masih berbahaya dan kemungkinan akan terjadi evakuasi tambahan apabila cuaca ekstrem terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan