Trump Sindir Media di Depan Ratusan Jurnalis, Berkelakar Mau Menang Pilpres Lagi
WASHINGTON, DIKSIMERDEKA.COM Trump Sindir Media lagi. Dalam pidato yang berlangsung hampir satu jam di White House Correspondents’ Dinner, Presiden Amerika Serikat itu melontarkan berbagai kritik kepada jurnalis, mengejek sejumlah tokoh politik, hingga berkelakar soal pencalonan dirinya pada pemilihan presiden mendatang. Ucapannya langsung menjadi perhatian publik dan memicu beragam reaksi.
Acara yang digelar di Hotel Waldorf Astoria, Washington, Jumat (25/7) waktu setempat itu merupakan jamuan tahunan yang dikenal sebagai perayaan kebebasan pers. Kehadiran Trump menjadi sorotan karena ini merupakan pidato pertamanya di acara tersebut setelah selama masa jabatan pertamanya ia selalu memboikot kegiatan tersebut.
Dalam pidato berdurasi sekitar satu jam, Trump tampil santai dan penuh humor. Namun di sela-sela candaan, ia tetap melontarkan kritik kepada media yang selama ini kerap ia sebut sebagai penyebar “berita palsu” (fake news).
“Jangan percaya berita palsu,” kata Trump saat menyinggung perkembangan konflik dengan Iran yang menurutnya berjalan “sangat baik.” katanya.
Meski begitu, Trump juga memuji para jurnalis karena dinilainya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Guyon Soal Masa Jabatan Ketiga
Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Trump menutup pidatonya dengan candaan mengenai masa jabatannya sebagai presiden.
Sambil mengenakan topi merah bertuliskan “Trump 2028”, ia melontarkan gurauan yang mengundang tawa sekaligus kontroversi.
“Saya menang tiga kali, sekarang saya akan melakukannya lagi,” ujar Trump secara sarkastis, merujuk pada klaimnya yang berulang kali menyebut dirinya memenangkan Pemilu 2020.
Pernyataan itu juga menyindir aturan Konstitusi Amerika Serikat yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode.
Kritik Lawan Politik dan Media
Selain menyindir media, Trump juga melontarkan kritik kepada sejumlah tokoh politik dan figur publik.
Ia mengejek mantan Gubernur New Jersey Chris Christie, anggota Kongres Jerry Nadler, Senator Demokrat Adam Schiff, hingga musisi Bruce Springsteen. Trump bahkan menyindir jurnalis CNN Kaitlan Collins, yang malam itu menerima penghargaan atas liputannya di Gedung Putih.
Dalam salah satu momen spontan, Trump juga mengomentari naskah pidatonya sendiri.
“Apakah ada yang mengerti pidato bodoh yang mereka tuliskan ini?” ujarnya disambut gelak tawa sebagian hadirin.
Penghargaan untuk Jurnalis
Sebelum Trump naik ke podium, sejumlah jurnalis menerima penghargaan atas laporan investigatif mereka mengenai pemerintahan Amerika Serikat, termasuk tim The Wall Street Journal yang mengungkap dugaan surat bernada cabul yang disebut pernah dikirim Trump kepada mendiang Jeffrey Epstein pada 2003. Trump sendiri telah menggugat media tersebut atas pemberitaan itu.
Presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Weijia Jiang, dalam sambutannya menegaskan pentingnya hubungan antara pemerintah dan pers.
“Seberapa rumit atau tegang pun hubungan antara pers dan kepresidenan, ada satu hal yang jauh lebih penting, yaitu tugas kita bersama untuk melayani rakyat Amerika,” katanya.
Diperketat Usai Insiden Penembakan
Jamuan tahun ini digelar dengan pengamanan ketat setelah acara sebelumnya pada April lalu dibatalkan akibat insiden penembakan di luar lokasi acara. Seorang anggota Secret Service, Victor Gonzales, yang terluka saat menggagalkan penyerang, mendapat penghormatan khusus dalam acara tersebut.
Direktur Secret Service Sean Curran mengatakan aparat telah menyiapkan pengamanan ekstra karena masih mengantisipasi potensi ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat.
Meski hubungan Trump dengan media selama ini sering diwarnai ketegangan, Ketua Koresponden Gedung Putih dari ABC News Jonathan Karl menyambut kehadiran presiden dalam acara tersebut.
“Kehadiran Anda malam ini sangat berarti,” ujar Karl kepada Trump di hadapan para tamu undangan.

Tinggalkan Balasan