Perang Timur Tengah Meluas! Houthi Serang Arab Saudi, Trump Pertimbangkan Gempur Iran
SANAA, DIKSIMERDEKA.COM Perang Timur Tengah terus melebar. Setelah Houthi mengklaim menyerang Arab Saudi dengan rudal, Riyadh membalas dengan menggempur target-target militer di Yaman. Pada saat yang sama, Donald Trump menyatakan belum menutup kemungkinan melancarkan operasi militer terhadap Iran, sehingga ketegangan kawasan kembali meningkat.Sabtu (25/7/2026).
Dilansir The Guardian, kelompok Houthi menuduh Arab Saudi menyerang fasilitas sipil di Provinsi Hodeida dan Pulau Kamaran pada Jumat (24/7) sebelumnya. Serangan itu terjadi sehari setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mengklaim menyerang kapal-kapal milik kerajaan tersebut.
Juru bicara media Ansarallah, sayap politik Houthi, menilai tindakan Arab Saudi sebagai eskalasi serius.
“Serangan musuh Saudi terhadap fasilitas sipil di Hodeida dan Pulau Kamaran merupakan eskalasi yang sangat berbahaya. Kami menegaskan bahwa kejahatan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” demikian pernyataan Houthi melalui Telegram.
Menurut sumber keamanan Yaman kepada AFP, sasaran serangan Arab Saudi mencakup pangkalan angkatan laut di Kota Hodeida dan kamp militer di Pulau Kamaran.
Arab Saudi Klaim Serang Target Militer Houthi
Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk menghancurkan instalasi militer Houthi yang mengancam jalur pelayaran di Laut Merah.
Serangan dilakukan setelah Houthi mengaku menyerang dua kapal Arab Saudi pekan ini. Riyadh mengonfirmasi salah satu insiden terjadi di Laut Merah.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengatakan kelompok Houthi telah menyerang kapal-kapal komersial.
“Militer teroris Houthi menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah. Kami memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap lokasi-lokasi militer yang digunakan untuk mengancam pelayaran internasional,” ujarnya.
Koalisi menegaskan operasi militer tersebut telah berakhir.
Trump Belum Putuskan Serang Iran
Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku belum mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan besar terhadap Iran.
Meski demikian, Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran mulai menunjukkan perkembangan.
“Belum. Kami masih berbicara dengan mereka. Saya pikir mereka semakin serius dari hari ke hari, mungkin karena alasan yang sudah jelas,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah laporan menyebut Trump menggelar rapat dengan para penasihat senior untuk membahas kemungkinan operasi militer berskala besar terhadap Iran.
Trump juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa Rusia dan China tidak memasok persenjataan kepada Iran.
“Presiden Xi mengatakan mereka tidak akan ikut campur, dan Presiden Putin juga mengatakan hal yang sama. Saya percaya kepada mereka,” ujar Trump.
Ketegangan Terus Meningkat
Situasi keamanan di kawasan terus memburuk. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Timur Tengah mengingatkan warganya bahwa peluang untuk meninggalkan kawasan bisa semakin terbatas jika konflik meluas.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran meminta warga negara-negara tetangga menjauhi pangkalan militer Amerika Serikat.
Militer AS juga mengumumkan telah melumpuhkan kapal dagang M/T Lavine di Teluk Oman setelah kapal tersebut berulang kali mencoba menerobos blokade terhadap pelabuhan Iran.
Di Irak utara, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengklaim berhasil menembak jatuh lima drone bermuatan bahan peledak yang mengarah ke pangkalan militer di Irbil.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengaku menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Udairi, Kuwait, serta pos pengawas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Namun hingga kini Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Bahrain dan Yordania juga menyatakan berhasil mencegat sejumlah serangan udara yang dilancarkan Iran pada Jumat, menandai semakin luasnya konflik yang kini melibatkan banyak negara di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi terbaru ini memperlihatkan bahwa konflik tidak lagi hanya melibatkan Iran dan Israel, tetapi telah merembet ke Laut Merah, Teluk Oman, Yaman, Arab Saudi, hingga kawasan Teluk Persia. Serangan terhadap jalur pelayaran internasional juga memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasokan energi dunia karena wilayah tersebut menjadi salah satu rute utama ekspor minyak global. Para pengamat menilai setiap aksi balasan berpotensi memicu konflik yang lebih luas, terlebih ketika semakin banyak negara dan kelompok bersenjata ikut terlibat dalam pusaran Perang Timur Tengah yang terus memanas.

Tinggalkan Balasan