China Buka Keran Impor! Tarif 0 Persen Berlaku untuk 63 Negara
BEIJING, DIKSIMERDEKA.COM – Tarif Impor China 63 Negara resmi dihapus setelah Beijing memperluas kebijakan bebas bea masuk sebagai bagian dari strategi membuka pasar lebih lebar. Langkah ini membuat puluhan negara, terutama di Afrika, memperoleh akses lebih mudah ke pasar China dan diperkirakan akan semakin menggairahkan perdagangan internasional.
Kebijakan tersebut diumumkan Kepala Administrasi Umum Kepabeanan China (General Administration of Customs/GAC), Sun Meijun, dalam konferensi pers di Beijing kepada Xinhua News, Rabu (23/7).
Menurut Sun, kebijakan bebas tarif itu akan menjadi salah satu langkah utama China dalam periode 2026-2030 untuk memperluas keterbukaan ekonomi berstandar tinggi sekaligus mendiversifikasi pasar ekspor dan impor.
Afrika Jadi Prioritas
Salah satu langkah terbesar telah dilakukan pada Mei 2026, ketika China mulai memberlakukan tarif nol persen terhadap seluruh produk impor dari 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing.
Langkah ini diyakini menjadi dorongan besar bagi peningkatan perdagangan antara China dan negara-negara Afrika.
Untuk memperlancar implementasinya, otoritas bea cukai China juga menerapkan berbagai kemudahan, mulai dari sistem pemeriksaan berbasis risiko, penyederhanaan akses pasar, hingga memperbanyak jalur hijau (green channel) bagi produk pertanian dan pangan.
Hasilnya mulai terlihat. Pada semester pertama 2026, nilai perdagangan China dengan Afrika melonjak 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Siapkan Perjanjian Dagang Baru
Sun Meijun menegaskan pemerintah China tidak berhenti sampai di situ.
Ke depan, GAC akan mempercepat pelaksanaan berbagai kebijakan keterbukaan perdagangan, termasuk mengimplementasikan perjanjian dagang berstandar tinggi dengan berbagai negara mitra.
Selain itu, China juga akan menyelaraskan prosedur kepabeanan, sistem karantina, hingga aturan asal barang (rules of origin) agar arus perdagangan internasional menjadi lebih cepat dan efisien.
Kebijakan bebas tarif untuk puluhan negara ini dinilai menjadi sinyal bahwa China ingin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat perdagangan dunia, sekaligus menarik lebih banyak produk asing masuk ke pasar domestiknya yang sangat besar.

Tinggalkan Balasan