LMND Bali dan Nyoman Parta Sepakat Pendidikan Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Bali menemui Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung usai rangkaian peringatan Hari Lahir LMND ke-27 itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pendidikan dan peran gerakan mahasiswa di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Nyoman Parta menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu solusi paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
Pandangan itu, menurutnya, didasarkan pada pengalamannya saat bertugas di Komisi X DPRD Bali (kini Komisi IV) yang membidangi pendidikan, termasuk ketika mengawal program Sekolah Bali Mandara.
“Banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dulu bersekolah di Bali Mandara kini telah sukses. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Nyoman Parta.
Ia juga mengaku pengalaman hidupnya menjadi bukti pentingnya pendidikan dalam mengubah masa depan seseorang.
“Kalau tidak mendapat pendidikan, kita tidak akan pernah sampai di posisi ini,” katanya.
Karena itu, Nyoman Parta berharap pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu agar kualitas hidup mereka meningkat sekaligus menjadi jalan keluar dari persoalan kemiskinan.
Selain menyoroti pendidikan, ia juga berpesan agar gerakan mahasiswa dan pemuda di Bali terus aktif mengawal berbagai persoalan kerakyatan serta tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, EW LMND Bali menyatakan memiliki pandangan yang sejalan. Organisasi tersebut menilai pendidikan merupakan instrumen utama dalam pengentasan kemiskinan karena mampu membuka peluang masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Namun, LMND Bali menilai masih terdapat paradoks dalam dunia pendidikan, yakni kelompok masyarakat yang paling membutuhkan pendidikan justru sering kali menjadi pihak yang paling sulit mengaksesnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan membuat masyarakat miskin semakin tertinggal di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Karena itu, LMND Bali mendorong penyelenggaraan sistem pendidikan yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi.
Menurut mereka, keadilan akses pendidikan merupakan syarat penting agar pendidikan benar-benar menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan mempersempit kesenjangan sosial.
Di akhir pertemuan, Nyoman Parta berpesan kepada kader LMND Bali dan generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Keadilan dan kesejahteraan tidak akan datang dengan sendirinya. Semua itu harus diperjuangkan melalui kerja keras, keberanian, dan komitmen untuk terus berbuat bagi masyarakat,” pesannya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan