AI Dinilai Akan Menentukan Masa Depan Pariwisata, Bali Future Lab Jadi Forum Pertemukan Industri dan Inovator
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Industri pariwisata Bali didorong mempercepat adopsi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) seiring perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam merencanakan perjalanan.
Untuk itu, pelaku industri, akademisi, startup, dan pengembang teknologi harus berkolaborasi mencari solusi penerapan AI yang relevan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hal tersebut mengemuka dalam forum Bali Future Lab yang dilaksanakan di Bali International Management (BIM), Denpasar, Kamis (9/7/2026).
Forum tersebut menghadirkan akademisi, pelaku industri, akademisi, startup, dan pengembang teknologi untuk mencari solusi penerapan AI yang relevan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ketua Panitia Bali Future Lab Selvia Ratna Ariani mengatakan pada 2030, AI diperkirakan menjadi bagian dari hampir seluruh rantai industri pariwisata, mulai dari pencarian destinasi, penyusunan itinerary, pemasaran, hingga pelayanan wisatawan.
Karena itu, tambahnya, pelaku usaha dinilai perlu memahami AI bukan sekadar sebagai teknologi baru, melainkan sebagai instrumen bisnis.
“Pertemuan ini untuk mempertemukan industri pariwisata dan food and beverage (F&B) dengan ekosistem teknologi digital, AI, serta isu sustainability,” terangnya.
Lebih lanjut, Selvia mengatakan AI semestinya menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan sekadar menghasilkan jawaban instan.
Di sektor pariwisata, Selvia menjelaskan pemanfaatan AI sebenarnya telah berlangsung melalui berbagai platform digital yang memberikan rekomendasi destinasi wisata, penyusunan itinerary, hingga strategi pemasaran.
Di sisi lain, wisatawan juga semakin terbiasa menggunakan AI untuk mencari informasi sebelum melakukan perjalanan.
Kondisi tersebut membuat pelaku industri pariwisata dituntut menyesuaikan diri agar layanan dan produk yang mereka tawarkan tetap mudah ditemukan dalam ekosistem digital yang semakin didominasi AI.
Adapun Bali Future Lan terdiri atas seminar, workshop, dan hackathon. Seminar menghadirkan akademisi, pelaku industri, startup, dan praktisi teknologi, sedangkan workshop difokuskan pada peningkatan keterampilan menggunakan AI.
Sementara hackathon menjadi ruang bagi mahasiswa, profesional, hingga perusahaan rintisan untuk menawarkan solusi berbasis teknologi bagi sektor pariwisata.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan