DIKSIMERDEKA.COM, JATENG – Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, I Nyoman Ariawan Atmaja, menyambut rencana kerja sama Pemerintah Indonesia dan India untuk melakukan pemugaran Candi Prambanan.

Dukungan tersebut disampaikan menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia pada 6–7 Juli 2026.

Kunjungan itu merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan kenegaraan ke India pada Januari 2025.

Nyoman juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto atas komitmen kedua pemimpin dalam memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya.

Menurut dia, perhatian terhadap Candi Prambanan menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi dan politik, tetapi juga melalui pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, dan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad.

Baca juga :  Ditjen Bimas Hindu Bahas Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Destinasi Religi Umat Hindu dan Buddha

Menurut Nyoman, Candi Prambanan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi bagi umat Hindu. Kompleks candi yang dibangun pada abad ke-9 itu juga menjadi simbol kuat hubungan peradaban Indonesia dan India sejak masuknya pengaruh agama Hindu ke Nusantara.

Karena itu, ia menilai rencana pemugaran tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian bangunan cagar budaya, tetapi juga mengembalikan fungsi Candi Prambanan sebagai living heritage atau warisan budaya yang tetap hidup melalui aktivitas keagamaan, kebudayaan, dan pendidikan.

Baca juga :  Ditjen Bimas Hindu Bahas Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Destinasi Religi Umat Hindu dan Buddha

“Ke depan, Candi Prambanan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi living heritage. Kawasan ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan spiritual tourism serta aktivitas ritual umat Hindu,” ujar Nyoman.

Menurut dia, konsep living heritage akan memberikan nilai tambah bagi pengelolaan Candi Prambanan. Selain menjadi destinasi wisata budaya, kawasan tersebut diharapkan berkembang sebagai pusat kegiatan spiritual, pendidikan, dan diplomasi budaya yang memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

Ia mengatakan, gagasan tersebut sejalan dengan visi Tim Pemanfaatan Candi Prambanan untuk menghidupkan kembali fungsi kawasan candi sebagai pusat peradaban, kebudayaan, dan spiritual.

“Ini merupakan kunjungan balasan dari Narendra Modi. Presiden Prabowo ingin Candi Prambanan dipugar dan dibangun kembali sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai warisan budaya yang hidup,” katanya.

Baca juga :  Ditjen Bimas Hindu Bahas Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Destinasi Religi Umat Hindu dan Buddha

Nyoman berharap kolaborasi Indonesia dan India dalam pemugaran Candi Prambanan tidak hanya memperkuat upaya pelestarian salah satu situs warisan dunia, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kedua negara di bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan diplomasi.

Ia juga menilai keterlibatan India dalam upaya pelestarian Candi Prambanan memiliki makna historis mengingat kedua negara memiliki keterkaitan peradaban yang telah berlangsung selama berabad-abad. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi internasional dalam menjaga sekaligus memanfaatkan warisan budaya dunia secara berkelanjutan.

Editor: Agus Pebriana