DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa konsep Ekonomi Kerthi menjadi fondasi utama transformasi pembangunan Bali menuju daerah yang maju, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kelestarian lingkungan. Melalui konsep tersebut, Pemerintah Provinsi Bali mendorong investasi berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan alam Bali.

Penegasan itu disampaikan Giri Prasta saat menghadiri Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di The Meru Sanur, Kamis (2/7). Dalam forum tersebut, ia memaparkan arah pembangunan Bali yang bertumpu pada transformasi struktur ekonomi melalui pendekatan Ekonomi Kerthi, didukung penguatan ekosistem investasi, percepatan digitalisasi, serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga :  Lindungi Pengemudi Lokal, Wagub Giri Prasta Dorong Raperda Transportasi Digital

Menurut Giri Prasta, investasi yang masuk ke Bali harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengesampingkan pelestarian budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan pengembangan sektor pertanian organik, energi bersih, industri berbasis budaya, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata budaya dan wellness tourism sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Bali di masa depan.

“Seluruh sektor ini harus saling bersinergi untuk mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, unggul, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Giri Prasta Ajak Umat Muslim Bersinergi Bangun Bali Berlandaskan Nilai Sad Kerthi

Pada sektor pariwisata, Pemprov Bali terus memperkuat kualitas destinasi berbasis budaya melalui peningkatan kualitas layanan, perluasan promosi di tingkat nasional maupun internasional, serta penguatan citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

Sementara itu, pengembangan ekonomi kreatif dan digital diarahkan untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Di bidang energi, Pemprov Bali juga terus mendorong terwujudnya Bali Mandiri Energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk optimalisasi PLTS Atap, sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mewujudkan target Nir Emisi Karbon (Net Zero Emission/NZE).

Baca juga :  Giri Prasta Tegaskan Komitmen Bali Dukung Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

Selain itu, pemerintah terus memperkuat konektivitas ekonomi melalui pembangunan infrastruktur transportasi ramah lingkungan, mulai dari pembangunan jalan baru dan underpass, pengembangan pelabuhan di Bali Timur, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Selatan, hingga integrasi transportasi darat, laut, dan udara dengan sistem transportasi publik modern.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menegaskan bahwa daerah harus menjadi subjek utama pembangunan nasional. Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai realisasi, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.