DIKSIMERDEKA.COM TORONTO-Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia 2-1 dalam duel penuh drama yang berlangsung hingga menit-menit akhir. Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian lewat gol penaltinya, tetapi Gonçalo Ramos-lah yang menjadi pahlawan sesungguhnya setelah mencetak gol kemenangan yang mengakhiri perlawanan sengit Kroasia.

Laga di Toronto ini sejak awal dipromosikan sebagai “tarian terakhir” dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modrić. Namun pertandingan berkembang jauh melampaui duel dua ikon tersebut. Portugal dan Kroasia saling menyerang dalam laga yang keras, penuh intensitas, dan diwarnai keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang memicu kontroversi.

Portugal langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan. Rafael Leão dan Pedro Neto terus mengacak-acak pertahanan Kroasia melalui serangan dari kedua sisi lapangan. Bruno Fernandes sempat memperoleh dua peluang emas pada menit-menit awal, tetapi Dominik Livaković tampil sigap di bawah mistar.

Secara statistik, Portugal memang lebih dominan. Tim asuhan Roberto Martínez mencatat 62 persen penguasaan bola, berbanding 38 persen milik Kroasia. Portugal juga membukukan 542 operan dengan akurasi 92 persen, jauh lebih rapi dibanding Kroasia yang hanya mencatat 384 operan dengan akurasi 85 persen. Dominasi tersebut membuat Portugal terus mengendalikan ritme pertandingan, meski belum mampu membongkar pertahanan lawan pada babak pertama.

Baca juga :  Perancis vs Paraguay, Penalti Mbappé Antar Les Blues Lolos ke 16 Besar

Pedro Neto menjadi ancaman terbesar sepanjang paruh pertama. Winger itu berkali-kali mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti, tetapi Cristiano Ronaldo maupun Bruno Fernandes gagal memanfaatkannya menjadi gol.

Sebaliknya, Kroasia tampil disiplin. Tim besutan Zlatko Dalić memilih bertahan rapat sembari mengandalkan serangan balik cepat melalui Ivan Perišić dan Martin Baturina. Meski kalah dalam penguasaan bola, Kroasia tetap mampu menciptakan peluang berbahaya.

Perubahan strategi Kroasia selepas jeda langsung membuahkan hasil. Masuknya Igor Matanović membuat lini depan mereka lebih hidup. Pada menit ke-53, Josep Stanišić mengirim umpan silang dari sisi kanan yang gagal diantisipasi bek Portugal. Bola kemudian disambar Ivan Perišić di tiang jauh untuk membawa Kroasia unggul 1-0.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan. Kroasia mulai percaya diri dan nyaris menggandakan keunggulan melalui Matanović, namun golnya dianulir karena offside. Tak lama kemudian Petar Sučić juga memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.

Baca juga :  Head to Head Prancis vs Spanyol: Statistik Berpihak ke La Roja, Bisakah Mbappe Membalikkan Keadaan?

Portugal sebenarnya masih mampu memberi ancaman. Rafael Leão melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghantam mistar gawang. Cristiano Ronaldo juga sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir karena offside.

Titik balik pertandingan hadir melalui keputusan VAR. Setelah sebuah sepak pojok Portugal, wasit Espen Eskås diminta meninjau tayangan ulang karena Nikola Vlašić dianggap menarik Rafael Leão di dalam kotak penalti. Setelah melihat monitor, wasit menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang sejak awal ditunggu-tunggu para pendukung Portugal akhirnya maju sebagai algojo. Dengan tenang ia mengecoh Livaković dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Stadion langsung bergemuruh ketika Ronaldo melakukan selebrasi khas “Siuuu” yang diikuti puluhan ribu suporter Portugal.

Gol tersebut membangkitkan semangat Portugal. Meski Kroasia sempat memberikan tekanan balik, Portugal terus mendominasi permainan hingga memasuki babak tambahan waktu.

Statistik menunjukkan pertandingan berlangsung cukup terbuka. Portugal melepaskan 15 tembakan, sedangkan Kroasia mencatat 13 percobaan. Namun Kroasia lebih efektif dengan 7 tembakan tepat sasaran, dibanding 3 milik Portugal. Portugal juga memperoleh 9 tendangan sudut, sementara Kroasia hanya 5, menandakan tekanan yang terus mereka bangun sepanjang laga.

Baca juga :  Prancis vs Norwegia 4-1: Hattrick Dembele Bikin Haaland Cuma Jadi Penonton

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke adu penalti, Rafael Leão kembali menjadi pembeda. Winger AC Milan itu mengirim umpan silang matang ke depan gawang yang disambut sundulan Gonçalo Ramos. Bola meluncur ke gawang Kroasia dan memastikan Portugal menang dramatis 2-1.

Gol Ramos menjadi penutup sempurna bagi perjuangan Portugal sekaligus mengantar mereka meraih kemenangan pertama atas Kroasia di fase gugur Piala Dunia. Sebaliknya, Luka Modrić harus mengakhiri perjalanan yang diyakini menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia dengan kekecewaan mendalam.

Portugal kini melaju ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Namun mereka juga masih menunggu kepastian kondisi skuad setelah pertandingan keras ini, sembari berharap Ronaldo dan kawan-kawan mampu melanjutkan langkah menuju gelar juara dunia pertama dalam sejarah Portugal.