DIKSIMERDEKA.COM SEATTLE –Mustahil? Belgia membuktikan sebaliknya. Saat tertinggal dua gol dan hanya menyisakan beberapa menit menuju kekalahan, Red Devils justru bangkit dengan cara yang nyaris tak masuk akal. Dua gol kilat di penghujung laga memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu sebelum penalti kontroversial Youri Tielemans pada menit ke-122 memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal sekaligus mengantar Belgia ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Gol penalti Youri Tielemans pada menit ke-122 menjadi penentu kemenangan Belgia. Hadiah penalti diberikan setelah tinjauan VAR menyatakan Lamine Kamara melanggar Tielemans di dalam kotak penalti, hanya beberapa detik sebelum pertandingan tampak akan berlanjut ke adu penalti.

Padahal hingga menit ke-85, Belgia masih tertinggal 0-2 melalui gol Habib Diarra dan Ismaïla Sarr. Namun masuknya sejumlah pemain pengganti mengubah jalannya pertandingan. Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan sebelum Tielemans menyamakan skor hanya tiga menit berselang.

Statistik pertandingan menunjukkan duel berlangsung sangat seimbang. Belgia memang sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen milik Senegal. Tim asuhan Rudi Garcia juga lebih agresif dengan melepaskan 21 tembakan, sedangkan Senegal menghasilkan 19 percobaan.

Baca juga :  Drama Korea Selatan! Presiden Murka, Hong Myung-bo Akhirnya Mundur

Meski demikian, efektivitas kedua tim nyaris identik. Masing-masing mampu mencatatkan lima tembakan tepat sasaran, menandakan Senegal mampu memberi ancaman serius sepanjang pertandingan.

Dalam distribusi bola, Belgia mencatat 629 operan dengan akurasi 89 persen, lebih baik dibanding Senegal yang membukukan 553 operan dengan tingkat akurasi 86 persen. Dominasi tersebut mulai terasa pada babak kedua ketika Belgia terus menekan hingga akhirnya memaksa Senegal bertahan semakin dalam.

Dari sisi duel fisik, Belgia melakukan 22 pelanggaran, dua kali lipat lebih banyak dibanding Senegal yang melakukan 11 pelanggaran. Kedua tim sama-sama menerima satu kartu kuning, tanpa kartu merah. Belgia juga unggul dalam situasi bola mati dengan memperoleh empat tendangan sudut, sementara Senegal hanya mendapat dua sepak pojok.

Perubahan terbesar terjadi setelah Garcia memasukkan Lukaku pada awal babak kedua. Penyerang jangkung itu langsung memberi dimensi berbeda di lini depan Belgia yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan Senegal.

Baca juga :  Belanda vs Aljazair: Ujian Terakhir Oranje Menuju Piala Dunia 2026

Lukaku akhirnya memperkecil kedudukan melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan Thomas Meunier. Hanya berselang tiga menit, Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2 dan menghidupkan kembali harapan Belgia.

Sebelumnya, Senegal tampil nyaris sempurna. Habib Diarra membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Ismaïla Sarr yang membentur tiang gawang. Sarr kemudian menggandakan keunggulan lewat penyelesaian indah setelah mengontrol umpan panjang Moussa Niakhaté sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Thibaut Courtois.

Belgia bahkan nyaris tertinggal tiga gol ketika Sadio Mané memperoleh peluang emas pada menit-menit akhir waktu normal. Namun Courtois melakukan penyelamatan krusial yang menjadi titik balik pertandingan.

Saat laga tampak akan ditentukan lewat adu penalti, drama kembali terjadi. VAR meminta wasit Saíd Martínez meninjau pelanggaran Lamine Kamara terhadap Tielemans di kotak terlarang. Setelah melihat tayangan ulang, wasit menunjuk titik putih.

Tielemans yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol pada menit ke-122 itu memastikan Belgia menyelesaikan comeback sensasional sekaligus mengakhiri perjuangan Senegal di babak gugur Piala Dunia 2026.

Baca juga :  Inggris vs Kroasia Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Kane

Kemenangan dramatis tersebut menjadi bukti mentalitas Belgia yang tak menyerah meski sempat berada di ambang eliminasi. Dengan performa yang terus meningkat setelah pergantian pemain, Red Devils kini melangkah ke babak 16 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi.

Penampilan Tielemans sepanjang pertandingan menjadi salah satu faktor penting di balik kebangkitan Belgia. Selain mencetak gol penyeimbang dan gol kemenangan lewat titik penalti, gelandang Aston Villa itu juga tampil dominan dalam mengatur tempo permainan dan menjaga keseimbangan lini tengah. Performa impresif tersebut membuat Tielemans layak dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga dramatis Belgia melawan Senegal di Piala Dunia 2026.

Kemenangan dramatis ini menjadi modal berharga bagi Belgia menghadapi babak 16 besar. Jika mampu mempertahankan mental pantang menyerah seperti saat melawan Senegal, Red Devils berpeluang melangkah lebih jauh dan kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.