DIKSIMERDEKA.COM LOS ANGELES– Laga Afrika Selatan vs Kanada menghadirkan drama hingga detik terakhir. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Stephen Eustáquio muncul sebagai pahlawan lewat gol spektakuler pada masa injury time yang memastikan Kanada menang 1-0 sekaligus mencetak sejarah lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Peluit panjang disambut ledakan emosi para pemain Kanada di lapangan. Pelatih Jesse Marsch langsung mengumpulkan seluruh skuad dan menyampaikan pidato penuh semangat, menyebut anak asuhnya sebagai “pahlawan Kanada” yang akan dikenang generasi berikutnya. Selebrasi semakin emosional ketika Ismaël Koné yang masih menggunakan kruk ikut merayakan keberhasilan rekan-rekannya.

Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Kanada tampil dominan hampir sepanjang pertandingan. Mereka terus menekan pertahanan Afrika Selatan yang lebih banyak bertahan sambil berharap membawa laga ke babak tambahan.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi mutlak Kanada. Tim asuhan Jesse Marsch menguasai 58 persen penguasaan bola, sedangkan Afrika Selatan hanya mencatat 42 persen.

Baca juga :  Swedia vs Tunisia 5-1, Keajaiban Graham Potter Terus Berlanjut di Monterrey

Kanada juga jauh lebih agresif dalam menyerang dengan menghasilkan 14 tembakan, termasuk tujuh tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Afrika Selatan hanya mampu melepaskan enam percobaan, dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.

Dalam membangun permainan, Kanada tampil lebih rapi. Mereka membukukan 392 operan dengan tingkat akurasi 82 persen, sementara Afrika Selatan sebenarnya lebih banyak mengalirkan bola dengan 538 operan dan akurasi mencapai 86 persen. Namun dominasi operan tersebut lebih banyak terjadi di area sendiri sehingga gagal menghasilkan peluang berbahaya.

Afrika Selatan juga tercatat melakukan 10 pelanggaran, sedangkan Kanada lebih sering menghentikan permainan dengan 15 pelanggaran. Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk Kanada, sementara Afrika Selatan menyelesaikan pertandingan tanpa kartu kuning maupun kartu merah.

Kanada memperoleh empat tendangan sudut, jauh lebih banyak dibanding Afrika Selatan yang hanya mendapatkan satu sepak pojok. Dari sisi jebakan offside, Afrika Selatan sekali terperangkap, sedangkan Kanada tidak tercatat offside sepanjang pertandingan.

Meski mendominasi, Kanada kesulitan menembus rapatnya pertahanan Afrika Selatan. Kiper Ronwen Williams beberapa kali memperlambat tempo permainan demi mengulur waktu, sementara satu-satunya ancaman berarti Afrika Selatan datang melalui tendangan jarak jauh Teboho Mokoena pada awal laga.

Baca juga :  Messi Mengamuk Lagi? Prediksi Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026

Jesse Marsch juga akhirnya memainkan Alphonso Davies pada menit ke-75. Bek Bayern Munchen itu menjalani penampilan pertamanya di Piala Dunia 2026 setelah pulih dari cedera hamstring yang membuatnya absen sepanjang fase grup. Kehadirannya menambah energi serangan Kanada pada menit-menit akhir.

Momen penentu akhirnya hadir pada masa injury time. Tepat 64 detik setelah tambahan waktu dimulai, Stephen Eustáquio mengontrol bola hasil sapuan bek Afrika Selatan di depan kotak penalti sebelum melepaskan tendangan keras kaki kanan yang meluncur deras ke sudut bawah gawang tanpa mampu dijangkau Ronwen Williams.

Gol dramatis itu langsung memecah kebuntuan sekaligus memastikan Kanada meraih kemenangan bersejarah.

Bagi Eustáquio, gol tersebut memiliki makna emosional. Sang gelandang diketahui kehilangan ibunya akibat kanker otak pada 2023, kemudian ayahnya meninggal karena serangan jantung setahun setelahnya. Jesse Marsch menyebut anak asuhnya sebagai sosok yang paling pantas menjadi penentu kemenangan Kanada.

Baca juga :  Haiti vs Skotlandia 0-1 Tiga Poin Berharga, Performa Masih Dipertanyakan

Hasil ini memastikan Kanada melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Selanjutnya mereka akan menghadapi pemenang duel Maroko melawan Belanda di Houston.

Sementara itu, kekalahan ini mengakhiri perjalanan Afrika Selatan. Meski gagal melangkah lebih jauh, pelatih Hugo Broos tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu mencapai fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

berhasilan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola Kanada. Di bawah arahan Jesse Marsch, permainan Kanada semakin matang dengan kombinasi penguasaan bola, pressing agresif, dan serangan cepat yang efektif. Modal tersebut membuat mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam di Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya tentu akan jauh lebih berat, tetapi kemenangan dramatis atas Afrika Selatan menjadi suntikan moral yang sangat berharga menjelang babak 16 besar secara meyakinkan.