DIKSIMERDEKA.COM BOSTONLaga Prancis vs Norwegia berubah menjadi panggung pertunjukan Ousmane Dembélé. Dalam waktu hanya 25 menit, bomber Paris Saint-Germain itu memborong tiga gol untuk membawa Les Bleus menghancurkan Norwegia 4-1 sekaligus memastikan diri finis sebagai juara Grup I Piala Dunia 2026.

Bermain di Boston, Les BluesPrancis tampil tanpa ampun sejak peluit pertama dibunyikan. Sementara Norwegia justru memilih mengistirahatkan Erling Haaland bersama sembilan pemain inti lainnya. Keputusan pelatih Ståle Solbakken itu berujung petaka ketika lini pertahanan timnya tak mampu membendung serangan cepat dan kombinasi mematikan para pemain Prancis.

Prancis bahkan nyaris membuka keunggulan saat laga baru berjalan 20 detik. Kylian Mbappe menerima umpan Dembélé sebelum melepaskan tembakan yang masih membentur mistar gawang.

Tekanan Les Bleus(julukan Prancis-red) akhirnya membuahkan hasil pada menit keenam. Mbappe mengirim umpan terobosan brilian yang dimanfaatkan Dembélé dengan menusuk ke dalam sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok gawang tanpa mampu dihentikan Egil Selvik.

Gol tersebut menjadi awal mimpi buruk Norwegia.

Empat belas menit berselang, pola yang hampir sama kembali terjadi. Mbappe kembali menemukan ruang di lini belakang Norwegia sebelum mengirim umpan matang kepada Dembélé. Winger lincah itu lagi-lagi mengecoh bek lawan dan mengirim bola ke sudut gawang untuk menggandakan keunggulan Prancis.

Baca juga :  Inggris vs Kroasia Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Kane

Belum sempat Norwegia bangkit, Dembélé melengkapi hattrick pada menit ke-32. Dengan gaya khasnya, ia memotong dari sisi kanan ke tengah lalu melepaskan tembakan keras yang kembali bersarang di sudut gawang Selvik.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa dominannya Prancis sepanjang laga. Les Bleus mencatat 57 persen penguasaan bola, berbanding 43 persen milik Norwegia. Tim asuhan Didier Deschamps juga melepaskan 19 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sebaliknya, The Viking (julukan Timnas Norwegia-red) hanya mampu menciptakan 10 tembakan dengan lima peluang tepat sasaran, menunjukkan mereka kesulitan mengimbangi intensitas permainan lawan sejak awal pertandingan.

Dominasi Prancis juga terlihat dari kualitas distribusi bola. Mereka membukukan 536 operan dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen, jauh lebih baik dibanding Norwegia yang hanya mencatat 399 operan dengan akurasi 83 persen.

Baca juga :  Prancis vs Senegal 3-1: Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah

Meski demikian, pertandingan berlangsung cukup sportif. Kedua tim sama-sama melakukan sembilan pelanggaran. Wasit hanya mengeluarkan masing-masing satu kartu kuning tanpa satu pun kartu merah.

Memasuki babak kedua, Norwegia mencoba bangkit. Oscar Bobb berhasil memaksa Theo Hernandez melakukan pelanggaran di kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.

Namun peluang emas itu terbuang sia-sia. Jørgen Strand Larsen yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menaklukkan Mike Maignan. Kiper AC Milan tersebut membaca arah bola dengan sempurna dan melakukan penyelamatan penting.

Setelah kegagalan penalti tersebut, tempo pertandingan sempat menurun. Prancis lebih banyak mengontrol jalannya laga melalui penguasaan bola, sedangkan Norwegia mulai berani memberikan tekanan lewat Oscar Bobb yang beberapa kali menguji ketangguhan Maignan.

Meski begitu, lini belakang Prancis tetap tampil disiplin sehingga peluang Norwegia tidak banyak membahayakan.

Les Bleus akhirnya menambah penderitaan lawannya pada penghujung pertandingan. Bradley Barcola mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Désiré Doué menjadi gol keempat Prancis.

Di sisi lain, Norwegia akhirnya memperoleh gol hiburan melalui serangan yang dibangun dari sisi sayap setelah Prancis mulai menurunkan tempo permainan. Namun gol tersebut tidak cukup mengubah jalannya pertandingan yang sepenuhnya dikuasai Les Bleus.

Baca juga :  Norwegia vs Irak 4-1: Haaland Mengamuk di Debut Piala Dunia

Selain unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, Prancis juga lebih efektif dalam memanfaatkan bola mati dengan memperoleh lima tendangan sudut, sedangkan Norwegia hanya mendapatkan empat sepak pojok. Les Bleus juga dua kali terjebak offside, sementara Norwegia hanya sekali.

Kemenangan telak ini memastikan Prancis menutup fase grup dengan status juara Grup I sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Hingga laga ketiga, Les Bleus telah mengoleksi 10 gol dan menunjukkan variasi serangan yang sulit dihentikan lawan.

Sementara itu, Norwegia tetap melaju ke babak 32 besar meski harus puas finis di posisi kedua grup. Kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga bagi tim asuhan Ståle Solbakken yang memilih melakukan rotasi besar. Kini mereka harus segera memperbaiki organisasi pertahanan jika ingin menjaga asa melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.