DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giriprasta, menegaskan bahwa predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan anak-anak. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan KLA tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari terpenuhinya hak-hak anak dan perlindungan yang dapat dirasakan langsung hingga tingkat keluarga dan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bersama Forum PUSPA Provinsi Bali di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Setda Kabupaten Bangli, Senin (8/6).

“Kita tidak boleh hanya mengejar predikat. Yang paling penting adalah memastikan hak-hak anak benar-benar terpenuhi dan perlindungan terhadap perempuan serta anak dapat dirasakan hingga tingkat keluarga dan masyarakat,” tegas Ny. Seniasih Giriprasta.

Menurutnya, penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak harus berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh anak-anak. Keberhasilan tidak semata-mata dinilai dari capaian administrasi maupun penghargaan, melainkan dari sejauh mana kebijakan dan program yang dijalankan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Untuk itu, ia mendorong penguatan peran Forum PUSPA sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari Forum Anak, Forum GenRe, PKK, organisasi perempuan, desa adat, dunia usaha, media, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak.

Ny. Seniasih mengingatkan bahwa tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks, terutama di era digital. Pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menuntut keluarga untuk lebih aktif memberikan pendampingan, pengawasan, dan pendidikan karakter kepada anak-anak.

“Anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergotong royong dan hadir bersama untuk memastikan anak-anak Bali tumbuh sehat, aman, berkarakter, serta memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, menyampaikan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dan berkembang secara optimal serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan salah lainnya. Karena itu, Forum PUSPA terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bangli.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli memaparkan sejumlah capaian daerah dalam penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak. Kabupaten Bangli berhasil meraih predikat Pratama selama tiga tahun berturut-turut dan meningkat menjadi predikat Madya pada tahun 2024.

Berbagai program pendukung terus diperkuat, mulai dari layanan perlindungan perempuan dan anak, sekolah ramah anak, fasilitas kesehatan ramah anak, peningkatan kepemilikan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga penguatan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor.

Melalui sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Bangli yang layak anak, sehingga pemenuhan hak dan perlindungan anak dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh anak di Kabupaten Bangli.