Damai Semu Iran-Israel

DIKSIMERDEKA.COM TEL AVIV Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tetap siap melakukan tindakan militer jika Iran kembali melanggar gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian sementara serangan yang sempat memicu kekhawatiran perang regional di Timur Tengah.
Timur Tengah belum benar-benar tenang. Meski Iran dan Israel sama-sama mengumumkan penghentian serangan, kedua musuh bebuyutan itu masih saling memasang ancaman jika gencatan senjata kembali dilanggar.

Situasi ini membuat kawasan tetap berada di ujung tanduk setelah perang berdarah yang menewaskan ribuan orang dan menyeret sejumlah negara ke dalam konflik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Netanyahu pada Senin (8/6/2026) menyatakan negaranya saat ini menahan diri untuk tidak melakukan serangan baru ke Iran. Namun, ia menegaskan perang melawan Iran dan Hezbollah belum berakhir.

“Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami akan melaksanakannya sesuai kebutuhan.” ujarnya seperti yang dilansir BBC, Selasa (9/6/2026).

Iran Klaim Sudah Beri “Respons Menyakitkan”

Tak mau kalah, militer Iran mengumumkan bahwa mereka menghentikan operasi tempur setelah memberikan apa yang disebut sebagai “respons menyakitkan” kepada Israel.

Baca juga :  Trump Kritik Paus Leo XIV: ‘Saya Bukan Penggemarnya, Dia Terlalu Liberal!

Namun Teheran juga mengeluarkan ancaman keras.

Iran memperingatkan akan mengambil langkah yang lebih menghancurkan jika Israel kembali menyerang, termasuk operasi militer yang menyasar Lebanon, tempat Hezbollah masih terlibat pertempuran dengan pasukan Israel.

Pernyataan itu muncul setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel pada Minggu sebagai balasan atas serangan Israel ke Beirut.

Israel kemudian membalas dengan menggempur sejumlah target militer di Iran pada Senin dini hari.

Trump: Kalau Saya Bilang Berhenti, Mereka Berhenti

Di tengah memanasnya situasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya menjadi tokoh kunci yang berhasil menahan laju eskalasi perang.

Dalam wawancara dengan BBC, Trump membantah anggapan bahwa Netanyahu mengabaikan permintaannya.

“Tidak, tidak. Mereka sudah berangkat. Mereka sudah pergi. Mereka sudah dalam perjalanan.”

Trump bahkan sesumbar bahwa pengaruhnya terhadap Netanyahu sangat besar.

“Jika saya menyuruhnya melakukan sesuatu, dia melakukannya.”

Menurut Trump, dirinya hanya meminta semua pihak menggunakan akal sehat demi membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih besar.

“Kita sangat dekat dengan penandatanganan sebuah kesepakatan yang sangat kuat, kesepakatan yang sangat baik.”

Netanyahu Diingatkan Bisa Berjuang Sendirian

Trump juga mengungkap isi percakapannya dengan Netanyahu.

Baca juga :  Sadis! Menteri Israel Pamer Video Aktivis Global Sumud Flotilla Diikat dan Dilecehkan

Ia mengaku sempat mengingatkan pemimpin Israel tersebut agar berhati-hati karena Amerika Serikat bisa saja tidak lagi memberikan dukungan penuh jika perang kembali meluas.

“Bibi, sebaiknya kamu berhati-hati, atau kamu akan segera sendirian.”

Pernyataan itu menunjukkan adanya tekanan serius dari Washington agar Israel tidak kembali memicu perang terbuka dengan Iran.

Rudal Masih Terbang, Korban Terus Bertambah

Meski kedua negara mengumumkan penghentian serangan, kenyataan di lapangan masih jauh dari damai.

Iran masih meluncurkan rudal ke Yerusalem serta wilayah tengah dan selatan Israel hingga Senin pagi.

Sebaliknya, Israel melancarkan gelombang serangan udara yang menargetkan kompleks petrokimia di Mahshahr, Iran barat daya.

Menurut pejabat militer Israel, fasilitas tersebut digunakan untuk memproduksi bahan kimia bagi rudal balistik.

Akibat serangan itu, sedikitnya 15 orang terluka di Iran.

Lebanon Tetap Jadi Medan Tempur

Konflik juga terus berkobar di Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lima orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan Israel di Kota Tyre, Lebanon selatan.

Baca juga :  Trump Ngamuk! Iran Dituding Main Ulur Waktu Sampai Pemilu AS

Empat petugas Palang Merah termasuk di antara korban luka.

Di sisi lain, Hezbollah mengklaim telah menembakkan rentetan roket ke arah pasukan dan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan.

Ribuan Nyawa Melayang

Perang yang pecah sejak akhir Februari itu telah menelan korban dalam jumlah mengerikan.

Menurut Yayasan Syuhada Iran, sedikitnya 3.468 orang tewas di Iran.

Sementara kelompok Human Rights Activists News Agency (HRANA) memperkirakan jumlah korban di Iran mencapai 3.636 orang, termasuk 1.701 warga sipil.

Di Lebanon, lebih dari 3.600 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel.

Sedangkan Israel mengonfirmasi sedikitnya 20 warga sipil tewas akibat serangan rudal Iran.

Timur Tengah Masih di Atas Bara Api

Meski Iran dan Israel mengaku menghentikan serangan, ancaman baru masih membayangi kawasan.

Perang yang melibatkan Iran, Israel, Hezbollah, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Teluk itu belum benar-benar berakhir.

Saat ini perhatian dunia tertuju pada upaya diplomasi yang dipimpin Washington. Namun selama rudal masih terbang dan ancaman masih dilontarkan, Timur Tengah tetap berada di atas bara api yang bisa menyala kapan saja.