Israel Balas Serang Iran, Rudal Teheran Jadi Pemicu Konflik Baru
DIKSIMERDEKA.COM TEL AVIV – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel serang Iran pada Senin dini hari (7/6/2026) waktu setempatsebagai respons atas serangan rudal yang sebelumnya diluncurkan Teheran ke arah wilayah utara Israel.
Serangan udara tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Iran bagian tengah dan barat. Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di beberapa kota, termasuk Teheran, Isfahan, Karaj, dan Tabriz.
Seorang saksi mata di Teheran mengaku mendengar sedikitnya satu ledakan besar dari arah barat ibu kota. Namun hingga kini pemerintah Iran belum mengungkap secara rinci sasaran yang terkena serangan maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Perkembangan terbaru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang selama beberapa bulan terakhir sempat mereda kembali mengarah pada perang regional yang lebih luas.
Militer Israel Konfirmasi Serangan
Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi operasi militer tersebut melalui pernyataan resmi.
“Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target-target militer milik Iran di wilayah barat dan tengah Iran,” demikian pernyataan singkat IDF.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam serangan tersebut.
Setelah serangan terjadi, Iran langsung menutup wilayah udara di sekitar Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.
Trump Minta Netanyahu Menahan Diri
Menariknya, serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut sejumlah laporan media Amerika Serikat, Trump meminta Netanyahu menunda aksi militer terhadap Iran agar jalur diplomasi tetap memiliki peluang untuk berjalan.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan Trump sempat yakin berhasil membujuk Netanyahu.
“Trump membuat Bibi menahan diri untuk sementara waktu,” ujar pejabat tersebut, merujuk pada julukan Netanyahu.
Namun perkembangan di lapangan menunjukkan Israel tetap melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Bahkan menurut laporan Financial Times, Trump mengklaim dirinya memiliki peran utama dalam menentukan arah negosiasi yang berlangsung.
“Dia tidak punya pilihan. Saya yang menentukan semuanya,” kata Trump merujuk kepada Netanyahu.
Ketegangan Dipicu Situasi Lebanon
Sebelum serangan terbaru terjadi, Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap peluang kesepakatan damai dengan Amerika Serikat bergantung pada keberlangsungan gencatan senjata di Lebanon.
Namun situasi berubah setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut pada Minggu. Serangan tersebut menjadi yang pertama sejak Amerika Serikat mengumumkan proposal gencatan senjata baru untuk Lebanon pekan lalu.
Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David di dekat Nazareth. Meski demikian, militer Israel menyatakan sebagian besar rudal yang diluncurkan Iran berhasil dideteksi dan dicegat.
Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Eskalasi konflik langsung berdampak pada pasar energi global.
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3 persen menjadi 96,15 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3,25 persen menjadi 93,48 dolar AS per barel.
Kenaikan harga tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pemasok minyak terbesar dunia.
Diplomasi Berpacu dengan Konflik
Selain melancarkan serangan ke Iran, Israel juga menutup sejumlah jalur perlintasan menuju Gaza, termasuk Kerem Shalom Crossing dan Rafah Crossing.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis, Turki, Qatar, dan Pakistan untuk membahas perkembangan situasi terkini.
Konflik yang sempat mereda setelah gencatan senjata pada April lalu kini kembali memanas. Upaya diplomasi antara Washington dan Teheran pun menghadapi ujian berat di tengah meningkatnya aktivitas militer di lapangan.
Jika tidak segera dikendalikan, eskalasi terbaru setelah Israel serang Iran berpotensi menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi global.
Dampak Global Konflik
Konflik terbaru antara Israel dan Iran juga menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah. Selain berdampak pada keamanan regional, eskalasi militer tersebut dapat memengaruhi pasar energi global dan memperbesar ketidakpastian ekonomi dunia apabila ketegangan terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan