DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menilai kinerja Bank BPD Bali saat ini berada dalam kondisi sangat baik. Namun, menurutnya, capaian tersebut belum merupakan batas maksimal sehingga masih terbuka ruang besar bagi bank milik daerah itu untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan laba perusahaan.

Penilaian itu disampaikan Koster saat memberikan pengarahan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengungkapkan Bank BPD Bali telah membukukan laba sekitar Rp696 miliar hingga Mei 2026. Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, laba perseroan diproyeksikan mampu menembus kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun pada akhir tahun.

“Tadi Pak Direktur Utama menyampaikan laba perusahaan hingga Mei sudah sekitar Rp696 miliar. Kalau tren ini berlanjut, Desember 2026 laba Bank BPD Bali bisa mencapai Rp1,4 triliun, bahkan kita berharap bisa Rp1,5 triliun,” ujar Koster.

Menurut Koster, capaian tersebut menunjukkan bahwa Bank BPD Bali mampu tampil kompetitif di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri perbankan nasional. Bahkan, jika dibandingkan dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain yang memiliki aset jauh lebih besar, kinerja profitabilitas BPD Bali dinilai lebih unggul.

Baca juga :  Dukung Kedatangan Wisman Tanpa Karantina, Gubernur Koster Kebut Capaian 30 Persen Vaksinasi Booster

Ia mencontohkan terdapat BPD dengan aset mencapai Rp180 triliun, namun hanya mampu menghasilkan laba sekitar Rp300 miliar per tahun. Sementara Bank BPD Bali yang memiliki aset sekitar Rp43 triliun justru mampu mencatatkan laba jauh lebih tinggi.

“Kalau saya sebagai dosen memberi nilai, maka BPD Bali sudah layak mendapat nilai A, bahkan cumlaude. Tetapi saya melihat ini belum maksimal. Masih ada ruang yang bisa ditingkatkan lagi sehingga kinerjanya lebih optimal,” katanya.

Koster menegaskan, peningkatan kinerja tidak hanya diukur dari besarnya laba, tetapi juga kemampuan bank dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat pelayanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma melaporkan bahwa perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Baca juga :  700 Ribu Wistawan Swiss ke Bali tiap Tahunnya, Kurt Kunjungi Gubernur Koster

Hingga akhir Mei 2026, total aset Bank BPD Bali tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,117 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 5,68 persen menjadi Rp35,397 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 8,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Sudharma, kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi motor utama pertumbuhan bank. Penyaluran kredit UMKM tercatat meningkat hampir 11 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UMKM nasional yang berada di kisaran 1 persen.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank BPD Bali tetap terjaga meskipun terjadi gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan perbankan, Bank BPD Bali juga mencatat indikator yang solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level sekitar 30 persen, Return on Asset (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, serta Non Performing Loan (NPL) terjaga rendah di angka 0,96 persen.

Baca juga :  Gubernur Koster Ingin Bali Tetap Aman dan Kondusif saat Idulfitri dan Nyepi

Sudharma menambahkan, sejak awal kepemimpinan Gubernur Wayan Koster pada 2018, kinerja Bank BPD Bali mengalami peningkatan signifikan. Total aset yang saat itu berada di angka Rp24,454 triliun kini telah meningkat menjadi lebih dari Rp43 triliun.

Tidak hanya itu, posisi Bank BPD Bali di tingkat nasional juga semakin kuat. Dari sebelumnya menempati peringkat kesembilan dari 27 BPD di Indonesia, kini berhasil naik ke posisi enam besar nasional.

“Dengan aset sekitar Rp43 triliun, laba Bank BPD Bali sudah berada di atas Rp1 triliun. Bahkan dibandingkan sejumlah BPD yang asetnya lebih besar, laba mereka masih berada di bawah Bank BPD Bali,” kata Sudharma.

Dengan capaian tersebut, Gubernur Koster optimistis Bank BPD Bali dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu BPD terbaik di Indonesia sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Bali.