Ledakan Roket Blue Origin Guncang Ambisi Kembali ke Bulan

DIKSIMERDEKA.COM MIAMI– Ledakan roket Blue Origin menjadi sorotan dunia setelah wahana New Glenn milik perusahaan antariksa yang didirikan Jeff Bezos meledak saat menjalani uji mesin di Kennedy Space Center, Florida.

Insiden yang terjadi pada Kamis malam (28/5/2026) waktu setempat itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap program eksplorasi Bulan NASA. Pasalnya, roket New Glenn dirancang untuk mendukung sejumlah misi penting, termasuk pengiriman pendarat yang akan membawa astronaut kembali ke permukaan Bulan.

Bola api raksasa terlihat membumbung ke langit hanya beberapa detik setelah uji “hotfire” dimulai. Ledakan tersebut menghancurkan area landasan peluncuran dan bahkan cahaya oranye dari kobaran api terlihat hingga ratusan kilometer dari lokasi kejadian.

Meski demikian, Blue Origin memastikan tidak ada korban jiwa maupun pekerja yang terluka dalam insiden tersebut.

Jeff Bezos: Hari yang Sangat Berat

Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, mengonfirmasi seluruh karyawan perusahaan berada dalam kondisi aman.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utamanya, tetapi kami sudah bekerja untuk menemukannya. Ini hari yang sangat berat, namun kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Semua ini layak diperjuangkan,” tulis Bezos.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Blue Origin tidak berniat memperlambat ambisi jangka panjangnya meskipun mengalami kemunduran besar.

Baca juga :  Artemis II Pecahkan Rekor! Manusia Terjauh dari Bumi, Momen Haru di Luar Angkasa

Program Bulan NASA Terancam Tertunda

Ledakan roket Blue Origin datang hanya dua hari setelah NASA mengumumkan perusahaan tersebut memenangkan kontrak peluncuran untuk misi pembangunan pangkalan Bulan senilai sekitar 20 miliar dolar AS.

New Glenn juga menjadi bagian penting dalam persaingan antara Blue Origin dan SpaceX milik Elon Musk untuk menyediakan wahana pendarat bagi program Artemis.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan seluruh jadwal misi akan dievaluasi ulang setelah insiden tersebut.

“Penerbangan luar angkasa tidak mengenal ampun, dan pengembangan roket pengangkut berat adalah pekerjaan yang luar biasa sulit,” kata Isaacman.

Ia menambahkan NASA akan bekerja sama dengan Blue Origin untuk menyelidiki penyebab ledakan serta menilai dampaknya terhadap program Artemis dan pembangunan pangkalan Bulan.

Warga Florida Rasakan Getaran Ledakan

Dampak ledakan tidak hanya dirasakan di area peluncuran.

Baca juga :  Pejabat Pentagon Raup Untung Miliaran dari AI Milik Elon Musk, Dugaan Konflik Kepentingan Muncul

Gelombang kejut dilaporkan terasa di sepanjang pesisir timur Florida yang dikenal sebagai Space Coast. Bahkan sejumlah warga di Carolina Selatan mengaku melihat cahaya terang di langit malam.

Warga Cape Canaveral dan Cocoa Beach juga melaporkan rumah mereka bergetar saat ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Foto dan video bola api raksasa dengan cepat memenuhi media sosial hanya beberapa menit setelah kejadian.

Sementara itu, petugas darurat memastikan tidak ada ancaman dari asap beracun maupun bahaya lingkungan lainnya.

Blue Origin Kembali Alami Kemunduran

Insiden ini menambah daftar masalah yang dihadapi Blue Origin dalam beberapa bulan terakhir.

Pada penerbangan sebelumnya, muatan yang dibawa New Glenn gagal mencapai orbit yang ditargetkan. Akibatnya, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sempat menghentikan sementara operasional roket tersebut.

Menariknya, uji coba yang berakhir dengan ledakan ini merupakan pengujian pertama setelah FAA memberikan izin terbang kembali kepada New Glenn pekan lalu.

Kini muncul pertanyaan besar apakah FAA akan kembali membuka investigasi baru terkait keselamatan program tersebut.

Baca juga :  Elon Musk Luncurkan Program Starlink di Pustu Sumerta Kelod Denpasar

Elon Musk Beri Respons Singkat

Tak lama setelah ledakan terjadi, Elon Musk turut memberikan komentar melalui platform X.

“Sangat disayangkan. Roket memang sulit,” tulis Musk.

Komentar singkat tersebut mencerminkan kerasnya persaingan industri antariksa modern yang saat ini didominasi SpaceX dan Blue Origin.

Analisis: Ancaman Serius bagi Ambisi Blue Origin

Ledakan New Glenn bukan sekadar kegagalan teknis biasa.

Di tengah perlombaan menuju Bulan, setiap keterlambatan bisa memberikan keuntungan besar bagi pesaing. SpaceX saat ini sudah lebih unggul dalam pengembangan sistem pendaratan manusia untuk program Artemis.

Karena itu, Blue Origin harus bergerak cepat untuk mengidentifikasi penyebab ledakan dan memulihkan kepercayaan NASA.

Jika proses investigasi berlangsung lama, peluang perusahaan Jeff Bezos untuk memainkan peran utama dalam misi Bulan berikutnya bisa semakin terancam.

Namun sejarah eksplorasi luar angkasa menunjukkan bahwa hampir semua program besar pernah mengalami kegagalan spektakuler sebelum akhirnya sukses. Kini tantangannya adalah seberapa cepat Blue Origin mampu bangkit dari salah satu hari terburuk dalam sejarah perusahaan.