DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar berharap penyelenggaraan Bali International Film Festival atau Balinale 2026 dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke ibu kota Bali. Festival film internasional ini dinilai mampu menarik segmen wisatawan berkualitas, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan.

Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri Road to Balinale 2026 di Bali Beach Garden Terrace, The Meru Sanur, Kamis, 30 April 2026.

Ia hadir didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Mahendra Putra.

“Festival film internasional bukan sekadar hiburan, tetapi magnet pariwisata yang menghadirkan wisatawan dengan profil berbeda,” kata Eddy dalam sambutannya.

Menurut dia, wisatawan yang datang melalui event seperti Balinale tidak hanya mencari pantai dan kuliner, tetapi juga pengalaman budaya, pertukaran gagasan, serta apresiasi terhadap karya seni sinema dari berbagai negara.

“Ini segmen wisatawan yang dibutuhkan untuk memperkuat kualitas pariwisata Kota Denpasar, bukan hanya kuantitas kunjungan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Konsul Jenderal Australia Jo Stevens, Festival Director Balinale Deborah Gabinetti, serta sejumlah undangan dari kalangan industri kreatif dan perfilman.

Eddy mengatakan Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen menjadi mitra aktif dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Langkah itu juga dinilai sejalan dengan penguatan kawasan Sanur sebagai ruang budaya, kreativitas, dan destinasi internasional.

Ia menyebut investasi terpenting bagi masa depan pariwisata Denpasar adalah pengembangan sumber daya manusia kreatif, termasuk sineas muda, seniman, dan komunitas budaya.

Sementara itu, Festival Director Balinale Deborah Gabinetti mengatakan Road to Balinale 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan komunitas lokal, pelaku industri kreatif, insan perfilman, dan pegiat budaya.

“Bukan hanya promosi festival, tetapi wadah membangun jejaring dan kolaborasi dalam suasana santai di kawasan Sanur,” kata Deborah.

Balinale ke-19 dijadwalkan berlangsung pada 1-7 Juni 2026. Tahun ini festival akan menampilkan sekitar 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres.

Selain pemutaran film, Balinale 2026 juga menghadirkan sejumlah program pengembangan talenta kreatif global, salah satunya Art of the Score yang dikembangkan bersama The Juilliard School sejak 2021. Program ini mempertemukan sineas internasional dengan mahasiswa pencipta musik visual dalam proyek kolaborasi lintas disiplin.

Editor: Agus Pebriana