Sinergi Lapas Kerobokan dan BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan Sabu di Pintu Masuk
DIKSIMERDEKA.COM, KEROBOKAN – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan kembali berhasil digagalkan. Sinergi cepat antara petugas lapas dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP Bali) membongkar modus penyembunyian sabu di bagian selangkangan seorang warga binaan, Selasa (21/4) sekitar pukul 17.51 WITA.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen pelaksanaan Program Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya poin ke-6 terkait pemberantasan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia.
Kasus terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan badan rutin terhadap tahanan yang baru kembali dari sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Petugas Staf KPLP mencurigai seorang warga binaan berinisial MA. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan bungkusan diduga sabu yang disembunyikan di pangkal paha.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala KPLP bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Minkamtib) langsung mengamankan barang bukti serta melakukan pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut secara berjenjang kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali dan berkoordinasi intensif dengan BNNP Bali untuk proses penyelidikan lanjutan.
“Tidak ada ruang sekecil apa pun bagi narkotika dan setiap upaya yang merusak tatanan akan kami patahkan dengan tindakan tegas dan terukur,” tegas Hudi.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi atas kewaspadaan petugas.
“Penggagalan ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan bukti konsistensi kami dalam menjaga marwah Pemasyarakatan yang bersih dan berwibawa,” ujarnya.
Sinergitas dengan BNNP Bali kini terus dilakukan guna mendalami jaringan dan memastikan tidak ada celah peredaran narkotika di dalam lapas. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen aparat pemasyarakatan dalam menjaga integritas dan keamanan di balik jeruji besi.

Tinggalkan Balasan