DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menghadirkan Tim Instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk melakukan survei pembukaan lahan pertanian diarea lapas.

Tim instruktur yang terdiri dari Harapan Budi Ginting, I Ketut Surawan, dan Made Oka Parwata, melakukan assessment menyeluruh terhadap kondisi lahan yang sudah dibuka sebelumnya.

Baca juga :  Bukan Dipecat, Hudi Ismono Dinonaktifkan Usai Temuan Peredaran Narkoba di Lapas

Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan masukan teknis terkait pengolahan tanah, sistem irigasi yang tepat, serta pemilihan bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik tanah di Lapas Kerobokan.

Di samping itu, para instruktur juga berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan warga binaan yang terlibat dalam program pertanian ini.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas program pertanian di lapas.

Baca juga :  Semangat Sportivitas Warnai Pembukaan Pekan Olahraga HBO ke-61 Lapas Kerobokan

“Dengan adanya pendampingan dari para ahli, kami yakin program pertanian ini akan semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas maupun sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana,” kata Kalapas.

Baca juga :  IPPAFEST 2025, Kanwil Ditjen Pas Bali Raih Peringkat Terbaik I Kategori Dekorasi Booth

Adapun program pengembangan lahan pertanian ini menjadi bukti nyata implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan dalam pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.

Editor: Agus Pebriana