DIKSIMERDEKA.COM BOGOR Kabar menarik datang dari dunia riset. Peneliti IPB University menemukan potensi tanaman lokal yang bisa membantu menekan kadar gula darah.

Tanaman itu bernama kangkang katup (Phanera semibifida). Selama ini belum banyak dibudidayakan, tapi diam-diam sudah lama dimanfaatkan masyarakat Kepulauan Lingga sebagai minuman herbal.

Kini, khasiatnya mulai teruji secara ilmiah.

Lewat siaran pers-nya, IPB menuliskan Riset ini bahkan masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia versi Business Innovation Center (BIC) tahun 2025.

Baca juga :  El Nino 2026 Mengancam! IPB Ungkap Cara Murah Cegah Ledakan Hama Padi Sejak Dini

Tim penelitinya terdiri dari Meyla Suhendra, Dr Berry Juliandi, Prof Huda Darusman, Dr Siti Sa’diah, dan Prof Fitmawati.

Dr Berry Juliandi menjelaskan, ekstrak batang kangkang katup mengandung senyawa polifenol yang mampu menghambat enzim α-glukosidase—enzim yang berperan dalam peningkatan kadar gula darah.

“Ekstrak batang kangkang katup terbukti efektif menurunkan kadar glukosa darah dan aman pada uji toksisitas akut,” ujarnya.

Baca juga :  Belajar Dari Vidi Aldiano,Kanker Ginjal Kini Serang Gen-Z, Dokter: Jangan Tunggu Gejala!

Tak hanya itu, tanaman ini juga berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk mencegah stres oksidatif, terutama pada penderita prediabetes dan diabetes tipe 2.

Potensinya cukup besar. Tanaman ini bisa dikembangkan menjadi obat herbal terstandar berbasis sumber daya lokal.

Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes.

Secara global, pada 2024 tercatat sekitar 589 juta orang mengidap diabetes. Indonesia sendiri masuk lima besar negara dengan jumlah penderita terbanyak, mencapai 20,4 juta orang.

Baca juga :  Jangan Gampang Percaya: Kopi Tak Bisa Gantikan Obat Diabetes

Selama ini, terapi diabetes masih bergantung pada obat kimia yang berisiko menimbulkan efek samping jika digunakan jangka panjang.

Karena itu, alternatif berbasis herbal seperti kangkang katup mulai dilirik.

Jika dikembangkan serius, bukan tidak mungkin tanaman liar ini berubah menjadi solusi baru dalam pengobatan diabetes.