Menpar Widiyanti Cek Bali Usai Nyepi-Lebaran, Kunjungan Tembus 466 Ribu Wisatawan
DIKSIMERDEKA.COM DENPASAR Bali tetap menggeliat. Di tengah bayang-bayang situasi global, sektor pariwisata Pulau Dewata justru menunjukkan daya tahan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turun langsung ke lapangan. Rabu (25/3/2026), ia menyambangi Taman Safari Bali untuk memastikan kondisi destinasi tetap prima usai libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Pesannya jelas: kualitas jangan kendor.
“Kami ingin memastikan seluruh amenitas dalam kondisi bersih, fasilitas nyaman, dan layanan berjalan optimal. Hasil peninjauan menunjukkan impresi yang sangat baik,” ujar Widiyanti.
Taman Safari Bali bukan dipilih tanpa alasan. Destinasi ini menjadi salah satu etalase wisata Indonesia yang memadukan edukasi dan rekreasi. Lebih dari 9.000 satwa dari sekitar 300 spesies menjadi daya tarik utama.
Widiyanti memulai kunjungan dari Terminal Utama, lalu menjajal langsung Safari Journey menggunakan shuttle bus. Setelah itu, rombongan bergerak ke Terminal Toraja, memantau pelayanan hingga fasilitas umum.
Ia mengecek langsung kondisi toilet, toko suvenir, hingga layanan klinik. Tak hanya itu, Menpar juga berdialog dengan wisatawan untuk mendengar pengalaman mereka secara langsung.
Di tengah kunjungan itu, Widiyanti membuka data menarik. Meski ada tekanan global, termasuk dampak konflik Timur Tengah yang memicu pembatalan penerbangan, jumlah wisatawan ke Bali justru naik.
Dari 450,9 ribu wisatawan pada Lebaran 2025, meningkat menjadi 466,7 ribu pada 2026. Ada kenaikan 3,5 persen atau sekitar 15,8 ribu wisatawan.
Momentum libur Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran disebut jadi faktor pendorong.
Tak hanya itu, tingkat hunian hotel juga ikut terdongkrak. Okupansi mencapai 60 hingga 65 persen—naik sekitar 5 persen.
Citra Bali pun tetap kuat di mata dunia. Apalagi setelah dinobatkan sebagai “The Travelers’ Choice Awards: World’s Best of the Best Destination 2026” versi TripAdvisor.
“Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” tegas Widiyanti.
Di sisi pelaku usaha, optimisme juga terasa. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis TSI Group, Hans Manansang, menyebut selama high season, Taman Safari Bali bisa dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan per hari.
Sementara di hari biasa, angkanya berada di kisaran 1.500 pengunjung.
Meski kondisi global masih mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara, Hans yakin tren pemulihan akan terus berlanjut.
“Kami optimistis kinerja pariwisata akan terus membaik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya. Ia menyebut lonjakan wisatawan domestik selama libur menjadi sinyal positif.
Target 6,9 juta wisatawan tahun ini pun tetap dipertahankan.
“Selama liburan ini, kunjungan wisatawan nusantara meningkat signifikan. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata Bali ke depan,” katanya.
Di tengah dinamika global, Bali kembali membuktikan satu hal: daya tariknya belum luntur.

Tinggalkan Balasan