Jasa Marga Catat 1,48 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Mudik Lebaran 2026 Naik 30 Persen dari Tahun Lalu
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Gelombang besar pemudik mulai terlihat. Angkanya tidak main-main. Sebanyak 1.483.703 kendaraan tercatat meninggalkan Jabotabek dalam periode 11–18 Maret 2026.
Lonjakan ini naik 30,1 persen dibandingkan lalu lintas normal. Artinya, arus mudik Lebaran 2026 sudah bergerak agresif bahkan sebelum hari puncak.
Data tersebut berasal dari empat gerbang tol utama: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Secara keseluruhan, pergerakan ini sudah mencapai 42 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan keluar dari Jakarta selama musim mudik tahun ini.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengungkapkan, arus kendaraan paling deras mengarah ke timur. Sebanyak 788.710 kendaraan atau 53,1 persen bergerak ke Trans Jawa dan Bandung.
Sementara itu, 402.945 kendaraan menuju arah Merak dan 292.048 kendaraan ke kawasan Puncak.
Tekanan terbesar terjadi di jalur Trans Jawa. Melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, sebanyak 523.223 kendaraan melintas, melonjak drastis hingga 132,4 persen dari kondisi normal. Sedangkan ke arah Bandung melalui Kalihurip Utama tercatat 265.487 kendaraan, naik 6,8 persen.
Puncak sementara terjadi pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3). Dalam satu hari, 270.315 kendaraan meninggalkan Jabotabek. Angka ini melonjak 98,3 persen dibandingkan kondisi normal dan bahkan melampaui puncak arus mudik tahun lalu.
Lonjakan tajam ini memaksa diberlakukannya rekayasa lalu lintas. Sistem one way nasional hingga contraflow diterapkan untuk menjaga arus tetap bergerak.
“Hingga saat ini masih berlangsung rekayasa lalu lintas one way dan contraflow melalui diskresi Kepolisian. Pemberlakuan ini berdasarkan data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat signifikan dari arah Jakarta menuju Semarang, pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan,” ujar Rivan.
Di tengah kepadatan jalan tol, rest area juga menjadi titik rawan penumpukan. Jasa Marga meminta pemudik tidak terlalu lama berhenti agar fasilitas dapat digunakan secara bergantian.
Saat ini tersedia 64 rest area, terdiri atas 59 operasional dan 5 fungsional. Untuk mengurangi antrean, disiapkan pula 10 titik rest area alternatif di SPBU sepanjang Trans Jawa.
“Rest area ini berlokasi tidak jauh dari gerbang tol sehingga tetap mudah diakses oleh pengguna jalan. Pengguna jalan dapat beristirahat di rest area alternatif dengan memanfaatkan fasilitas pendukung yang disediakan, termasuk tenant UMKM, toilet, serta motoris BBM. Setelah beristirahat, pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan, selama tidak terjadi perubahan asal dan tujuan perjalanan,” jelas Rivan.
Dengan lonjakan yang terus terjadi, pemudik diminta lebih disiplin. Kondisi kendaraan harus dipastikan prima, bahan bakar cukup, saldo uang elektronik tersedia, serta tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
Arus mudik belum selesai. Tapi satu hal sudah jelas—tekanan di jalan tol tahun ini jauh lebih tinggi dari biasanya.

Tinggalkan Balasan