Data Terbaru ASDP: 2,5 Juta Penumpang dan 667 Ribu Kendaraan Menyeberang Via Laut
DIKSIMERDEKA.COM BAKAUHENI – Pergerakan penumpang dan kendaraan pada Angkutan Lebaran 2026 di lintas penyeberangan terus meningkat. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat total penumpang mencapai 2.596.597 orang sejak H-10 hingga hari H, naik 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah kendaraan juga mengalami kenaikan menjadi 667.526 unit atau meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 622.604 unit.
Pada hari H Lebaran, 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 156.838 orang, naik tipis 1,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6 persen.

Lintasan Jawa–Sumatera–Bali masih menjadi koridor tersibuk. Kepadatan di jalur ini diantisipasi melalui penyesuaian pola operasi kapal serta pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik penyangga.
ASDP menyiapkan skenario distribusi arus balik, termasuk pengalihan kendaraan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk golongan kendaraan besar mulai 23 hingga 29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Pola tiba–bongkar–berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal. Selain itu, pengendalian operasional diperkuat melalui Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Ketersediaan tiket hingga periode arus balik masih tinggi. Hingga H sampai H+10, tingkat ketersediaan tiket di lintas Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali tercatat mencapai 98,66 persen.
Pengguna jasa juga memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang telah berjalan sejak 12 Maret 2026. Hingga 21 Maret 2026, lebih dari 1,06 juta pengguna telah memanfaatkan program tersebut dengan total penyerapan mencapai Rp14,5 miliar.
Program diskon ini berlaku di sejumlah lintasan utama, termasuk Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, serta beberapa lintasan di wilayah Indonesia Timur.
Untuk menjaga kelancaran arus balik, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni juga diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026.
Pergerakan kendaraan dan penumpang diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pengaturan distribusi arus dan kesiapan operasional menjadi faktor utama untuk mencegah antrean panjang di pelabuhan, terutama pada lintas Merak–Bakauheni yang menjadi titik terpadat.

Tinggalkan Balasan