DIKSIMERDEKA.COM,JEMBRANA – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengular panjang hingga 11 kilometer. Ribuan kendaraan tertahan di jalanan, memicu kepadatan ekstrem jelang penutupan penyeberangan Bali–Jawa saat Hari Raya Nyepi.

Lonjakan mobilitas yang terjadi dalam waktu bersamaan membuat tekanan besar terhadap layanan penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun bergerak cepat dengan mengerahkan kapal tambahan untuk mengurai antrean yang terus menumpuk.

Salah satu langkah taktis yang dilakukan adalah mengoperasikan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Kapal ini kini aktif memperkuat kapasitas angkut sekaligus mempercepat proses bongkar muat kendaraan agar waktu tunggu pengguna jasa bisa ditekan.

Kendaraan Tembus 25 Ribu Unit

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 17 Maret 2026 (H-4), tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa.

Baca juga :  Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Dewa Indra Pastikan Kebijakan Rapid Test Mandiri Terlaksana

Angka ini naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2 persen.

Total penumpang tercatat 74.263 orang, dengan rincian kendaraan roda empat sebanyak 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah penumpang mencapai 383.398 orang, sementara total kendaraan mencapai 122.892 unit.

ASDP Fokus Urai Antrean

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan seluruh sumber daya difokuskan untuk menekan antrean.

Baca juga :  Mudik Bali–Jawa Melonjak ! Penumpang Naik 33,8%, Kendaraan Tembus 25.885 Unit

“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujarnya.

Selain penambahan kapal, ASDP juga mengoptimalkan pola operasi kapal agar rotasi semakin cepat.

Pemerintah Turun Tangan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat penanganan kepadatan di lapangan.

Pemerintah bersama Korlantas Polri dan ASDP mengerahkan berbagai strategi, mulai dari pengoperasian kapal besar, penambahan armada menjadi 35 unit kapal, hingga penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB).

Optimalisasi buffer zone juga dilakukan untuk menyerap kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan.

Pembatasan operasional truk sumbu tiga ke atas juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus.

Baca juga :  Antrean Kendaraan Mengular di Gilimanuk, 35 Kapal DikerahkanMengurai Kepadatan

Antrean Mulai Berkurang

Berdasarkan pemantauan Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan terpantau berada di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 km.

Namun, seiring peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, kondisi antrean mulai menunjukkan tren perbaikan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyatakan pihaknya terus melakukan penyesuaian operasional secara dinamis.

“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” jelasnya.

ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas demi keselamatan dan kelancaran bersama.