Antrean Kendaraan Mengular di Gilimanuk, 35 Kapal DikerahkanMengurai Kepadatan
DIKSIMERDEKA,COM BALI-Kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.Kementerian Perhubungan mengambil langkah cepat dengan menambah armada kapal penyeberangan guna mempercepat arus kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Kemenhub Tambah Armada Kapal
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah terus mengoptimalkan berbagai langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Koordinasi intensif dilakukan di lapangan oleh Badan Pengelola Transportasi Darat wilayah Bali bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
Menurut Dudy, pemerintah berkomitmen memastikan layanan transportasi tetap berjalan aman dan lancar.
“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” ujar Dudy di Jakarta, Senin (16/3).
Ia juga menyebut telah memerintahkan wakil menteri dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi di Gilimanuk.
35 Kapal Dikerahkan
Untuk mempercepat arus kendaraan, jumlah kapal yang dioperasikan ditambah menjadi 35 unit kapal.
Armada tersebut terdiri dari:
- 19 kapal di dermaga moveable bridge (MB)
- 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM)
- 4 kapal tambahan untuk meningkatkan kapasitas angkut
Dengan tambahan armada ini, pola pelayanan kapal ditingkatkan hingga 8 trip penyeberangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan kendaraan yang mengantre menuju pelabuhan.
Skema TBB Diterapkan
Selain menambah kapal, Kemenhub juga menerapkan sejumlah langkah operasional untuk mempercepat layanan penyeberangan.
Salah satunya melalui skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal.
Proses bongkar muat juga dipercepat agar arus kendaraan kecil dapat lebih cepat masuk ke kapal.
Pengaturan Lalu Lintas Kendaraan
Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk.
Selain itu, fungsi UPPKB Cekik dioptimalkan sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan langsung di area pelabuhan.
Cuaca Selat Bali Kondusif
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi cuaca di perairan Selat Bali terpantau aman untuk pelayaran.
Cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter, jarak pandang mencapai 10 kilometer, serta arus air mengarah ke utara dengan kecepatan sekitar 2,5 knot.
Dengan kondisi tersebut, operasional penyeberangan di lintas Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk dapat berjalan normal.
Kementerian Perhubungan memastikan pemantauan operasional akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan transportasi di lintasan tersebut.

Tinggalkan Balasan