DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Tim Kedeputian Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 23 orang saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3/2026). Namun, hanya 13 orang yang dibawa ke Jakarta setelah diperiksa awal di Cilacap.

Dari 13 orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap. Para pihak yang terjaring OTT di Cilacap tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Baca juga :  KPK Tahan Tersangka Perkara Pengadaan Proyek Jalan di Bengkalis

“Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo melalui pesan singkatnya, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bupati Cilacap dan 12 orang lainnya yang terjaring OTT KPK dibawa menggunakan kereta api ke Jakarta. Mereka kemudian dibawa dan tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan sekira pukul 02.35 WIB dini hari.

Baca juga :  Crazy Rich Semarang Heri Black Mangkir Dipanggil KPK

Dalam OTT tersebut, tim juga turut mengamankan uang tunai yang jumlahnya masih diperhitungkan. Uang tunai tersebut diduga berkaitan dengan suap sejumlah proyek di Kabupaten Cilacap. Syamsul Auliya Rachman diduga menerima suap terkait proyek di Cilacap.

Baca juga :  KPK Tahan Bupati Rejang Lebong dan 4 Tersangka Lainnya, Begini Penampakannya

“Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” ungkap Budi.

Bupati Cilacap dan para pihak yang terjaring OTT KPK saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK mempunyai 1×24 jam untuk menentukan status hukum Syamsul Auliya dan para pihak yang terjaring OTT.